Grup musik elektronik Indonesia, Weird Genius, merilis karya terbaru berjudul “Your Side”. Dalam single ini, trio tersebut menggabungkan musik EDM dengan instrumen tradisional dari Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta menggandeng Novia Bachmid sebagai vokalis utama.
“Your Side” disebut lahir dari perjalanan eksplorasi Weird Genius selama dua minggu di Sumba. Dalam proses tersebut, mereka mempelajari sekaligus mendokumentasikan alat musik tradisional yang dinilai mulai terlupakan oleh generasi muda. Sejumlah instrumen khas Sumba seperti Jungga dan Dungga Roro kemudian dimasukkan ke dalam aransemen lagu sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.
Weird Genius juga mengaitkan perilisan “Your Side” dengan perjalanan awal mereka saat dikenal publik lewat lagu “DPS” pada 2016. Jika karya tersebut banyak mengambil inspirasi dari budaya Bali, kali ini mereka kembali menjadikan budaya daerah sebagai fondasi utama, dengan Sumba sebagai sumber inspirasi.
Dalam pernyataannya, Weird Genius menyampaikan bahwa pengalaman berada di Sumba—mulai dari atmosfer alam, budaya, hingga nuansa spiritual—menjadi pemantik utama proses kreatif lagu ini. “Your Side ini berangkat dari perjalanan kita di Sumba selama dua minggu sebagai proyek eksplorasi alat musik tradisional yang punah. Weird Genius kembali ke corenya melalui lagu ini, ketika 2016 kita ke Bali dan membentuk ‘DPS’, 10 tahun kemudian kita ke Sumba dan terbentuklah ‘Your Side’. Kemegahan dan magisnya Sumba kita curahkan semua di lagu ini,” ungkap Weird Genius.
Nuansa tradisional juga diperkuat lewat keterlibatan musisi Sumba, Umbu Haling, yang tampil pada bagian intro. Sentuhan instrumen tradisional yang dipadukan dengan produksi elektronik modern membentuk karakter lagu yang memadukan kesan sinematik dan emosional.
Sementara itu, vokal Novia Bachmid menjadi elemen yang menonjol dalam “Your Side”. Karakter suaranya yang kuat namun tetap lembut disebut mempertegas atmosfer lagu dan membuatnya terdengar lebih intim.
Melalui “Your Side”, Weird Genius tidak hanya menghadirkan rilisan baru, tetapi juga menyampaikan ajakan agar masyarakat—terutama generasi muda—kembali mengenal budaya lokal. Eksplorasi instrumen tradisional yang mereka lakukan menunjukkan upaya menghadirkan kekayaan budaya Indonesia dalam kemasan musik modern.