Grup musik Wijaya 80 berkolaborasi dengan Sal Priadi merilis single berjudul “Bulan Bintang, Garis Menyilang” bertepatan dengan momen Hari Raya Idulfitri 2026. Lagu ini mengangkat tema cinta lintas keyakinan dan keberanian untuk bertahan di tengah perbedaan.
Karya tersebut ditulis bersama oleh personel Wijaya 80, Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe, bersama Sal Priadi. Lagu dibuka dengan nuansa musik yang sarat nilai spiritual, sementara liriknya menyajikan kontras yang emosional, salah satunya melalui bait, “Kalung salib kecil itu / tak perlu kau tutupi / ketika kau bertemu keluargaku.”
Erikson Jayanto yang juga bertindak sebagai produser menyebut lagu ini sebagai salah satu karya yang paling mengena di antara materi yang mereka ciptakan bersama. Ia mengatakan, sejak awal Sal Priadi menunjukkan ketertarikan kuat untuk menjadikannya proyek kolaborasi. “Sal sangat tersentuh sama lagu ini. Dia sangat ngejar lagu ini untuk dijadikan proyek kolaborasi kita,” ujar Erikson, Kamis (19/3/2026).
Ardhito Pramono menilai tema yang diangkat bukan sekadar menyoroti sisi tragis hubungan beda keyakinan, melainkan juga membuka ruang refleksi. Menurutnya, persoalan tersebut merupakan isu yang terus berulang dari masa ke masa. “Dari dulu kita selalu bertemu dengan persoalan ini. Lucunya, kita semua nggak bisa ngapa-ngapain selain menerima,” ungkap Ardhito.
Melalui perpaduan musik pop klasik khas Wijaya 80 dan lirik puitik kontemporer ala Sal Priadi, lagu ini mencoba menawarkan sudut pandang bahwa cinta yang dibatasi perbedaan tetap bisa mencari titik temu.
Hezky Joe, yang disebut menjadi inspirasi utama cerita dalam lagu ini, mengatakan karya tersebut menjadi ruang untuk mempertanyakan batas-batas dalam hubungan. Hal itu tergambar dalam lirik reflektif, “Tuhan / apakah mungkin masih Engkau terima? / dua insan yang keyakinannya beda.” Ia menambahkan, pertanyaan yang ingin diangkat adalah mengapa cinta kerap terbentur aturan, padahal dalam sejarahnya perbedaan keyakinan tidak selalu menjadi penghalang.
Perilisan lagu pada momen Idulfitri juga dinilai memiliki makna tersendiri. Hezky menyebut lagu ini bisa menjadi teman bagi pendengar yang merayakan kasih di tengah perbedaan.
Sal Priadi mengungkapkan, lagu ini semula dipersiapkan untuk momen Natal. Namun, ia merasa pesan yang dibawa justru lebih relevan dirilis menjelang Lebaran. “Rasanya momen lebaran ini kelak harus bisa dirayakan bersama,” kata Sal. Ia menambahkan, hari raya kerap menjadi waktu bagi pasangan untuk bertemu keluarga besar. “Harapannya lagu ini dapat menjadi pengantar bagi pasangan dengan latar belakang berbeda dalam merayakan hari penuh kasih,” tandasnya.
Single “Bulan Bintang, Garis Menyilang” kini tersedia di berbagai platform pemutar musik digital. Kolaborasi ini juga disebut menjadi pembuka untuk proyek-proyek berikutnya antara Wijaya 80 dan Sal Priadi.

