BERITA TERKINI
YouTube Hentikan Kontribusi Data Streaming untuk Chart Billboard Mulai 16 Januari 2026

YouTube Hentikan Kontribusi Data Streaming untuk Chart Billboard Mulai 16 Januari 2026

YouTube mengumumkan akan menarik seluruh data streaming musik dan jumlah tayangan (views) dari semua tangga lagu (chart) Billboard mulai 16 Januari 2026. Kebijakan ini berlaku untuk chart di Amerika Serikat maupun skala global.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Lyor Cohen, Global Head of Music YouTube, melalui blog resmi perusahaan pada Rabu (17/12/2025) waktu setempat. Langkah ini sekaligus menandai berakhirnya kemitraan strategis yang telah berjalan lebih dari satu dekade sejak 2013.

Perselisihan utama antara kedua pihak berpusat pada perbedaan pandangan terkait formula penghitungan skor chart. YouTube menilai metodologi Billboard yang memberi bobot lebih tinggi pada streaming berbayar (subscription-supported) dibanding streaming gratis berbasis iklan (ad-supported) sudah tidak sesuai dengan kondisi konsumsi musik saat ini.

Menurut YouTube, setiap pemutaran musik seharusnya dihitung setara dengan rasio 1:1. Cohen menekankan bahwa miliaran pengguna yang mendengarkan musik melalui model gratis tetap merupakan bagian penting dari ekosistem dan tidak semestinya dipandang lebih rendah.

Billboard sebelumnya telah memperbarui metodologinya dengan mengubah rasio nilai streaming gratis dari 1:3 menjadi 1:2,5 pada Selasa (16/12/2025). Namun, YouTube menilai penyesuaian tersebut masih belum mencerminkan keadilan yang diharapkan.

“Kami hanya meminta agar setiap streaming dihitung secara adil dan setara, baik yang berbasis langganan maupun didukung iklan, karena setiap penggemar penting dan setiap pemutaran harus dihitung,” kata Cohen.

Di sisi lain, Billboard mempertahankan kebijakannya dengan alasan pelanggan berbayar menunjukkan niat konsumsi yang lebih tinggi dan berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan artis. “Ada banyak cara penggemar mendukung artis yang mereka cintai, dan masing-masing memiliki tempat spesifik dalam ekosistem musik,” ujar juru bicara Billboard pada Rabu (17/12/2025).

Billboard juga menyatakan berupaya mengukur aktivitas tersebut secara tepat dengan mempertimbangkan akses konsumen, analisis pendapatan, validasi data, serta panduan industri. Pihak Billboard berharap YouTube mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dan kembali terlibat dalam pengukuran pencapaian artis lintas platform.

Penarikan data YouTube diperkirakan akan memengaruhi persaingan di chart besar seperti Billboard Hot 100 dan Billboard 200. Musisi yang memiliki basis penonton kuat di YouTube, termasuk yang kerap terdorong popularitasnya melalui video musik resmi maupun konten buatan pengguna (user-generated content/UGC), berpotensi mengalami penurunan posisi.

Meski demikian, YouTube menyatakan tetap akan menyetorkan data ke Luminate sebagai penyedia data utama bagi Billboard, dengan penegasan bahwa data tersebut tidak boleh digunakan untuk keperluan chart spesifik Billboard. YouTube juga mulai mengarahkan publik untuk memantau tren musik global melalui sistem tangga lagu internal milik platform tersebut.

Di tengah ketegangan ini, YouTube menyampaikan masih membuka peluang negosiasi apabila Billboard bersedia melakukan reformasi penghitungan yang dinilai lebih signifikan. “Kami berkomitmen mencapai representasi yang adil di chart dan berharap bisa bekerja sama kembali dengan Billboard,” tutup Cohen.