Industri film superhero terus mencatatkan rekor di box office global. Setidaknya ada 15 film dari semesta Marvel dan DC yang berhasil meraih pendapatan lebih dari 1 miliar dolar AS. Namun, capaian komersial tersebut tidak selalu berjalan seiring dengan penilaian terhadap kualitas film.
Dari daftar film berpendapatan jumbo itu, sejumlah judul kerap dipandang lebih kuat dari sisi cerita, karakter, maupun dampak budayanya, sementara beberapa lainnya dinilai masih menyisakan kelemahan meski tetap menjadi pencapaian besar bagi waralaba masing-masing. Berikut rangkuman 15 film superhero yang menembus 1 miliar dolar AS, disajikan dari yang dinilai “kurang” hingga yang paling berkesan.
Avengers: Age of Ultron (2015)
Film kedua Avengers menempatkan tim pahlawan menghadapi Ultron, yang muncul setelah upaya Iron Man menciptakan kekuatan pelindung global. Meski kerap dianggap memuat sejumlah persoalan yang mencerminkan tantangan awal MCU pada masanya, film ini tetap menjadi tonggak penting sebagai angsuran kedua dari salah satu seri superhero terbesar.
Aquaman
Aquaman menjadi satu-satunya film dari lini masa DCEU yang melampaui 1 miliar dolar AS. Film ini menawarkan dunia bawah laut dan kerajaan Atlantis yang digambarkan fantastis, sekaligus mengangkat karakter Aquaman yang sebelumnya sering diremehkan. Kendati demikian, sebagian kritik menilai film ini masih bermain aman dengan sejumlah tropi superhero dan fantasi.
Captain Marvel
Captain Marvel menjadi capaian penting bagi MCU karena merupakan adaptasi live-action pertama pahlawan ini dan film MCU pertama yang sepenuhnya berpusat pada superhero perempuan. Kisah asal-usul Carol Danvers disebut beresonansi dengan penonton, memperlihatkan masa muda Nick Fury, serta memperluas lanskap galaksi MCU melalui penggambaran Kree dan Skrulls.
The Dark Knight Rises
Sering disebut sebagai angsuran terlemah dalam trilogi The Dark Knight, film ini tetap dipandang sebagai penutup yang memuaskan bagi kisah Batman versi Christopher Nolan. Cerita berfokus pada Bruce Wayne yang menghadapi Bane, sekaligus berhadapan dengan konsep Batman dan warisan karier vigilante-nya, dengan penyutradaraan Nolan yang dikenal teliti. Penggambaran Bane sendiri menjadi salah satu aspek yang memecah pendapat.
Iron Man 3
Iron Man 3 menegaskan kekuatan seri yang ikut melambungkan MCU dan menjadikan Tony Stark sebagai salah satu figur paling dikenal dalam genre superhero. Meski dinilai tidak sempurna—terutama pada bagian akhir yang disebut tidak terlalu memengaruhi babak MCU berikutnya—film ini tetap merepresentasikan hal-hal yang disukai penonton dari seri Iron Man dan MCU secara lebih luas.
Deadpool & Wolverine
Dengan pendapatan 1,3 miliar dolar AS, Deadpool & Wolverine menjadi salah satu film superhero terbaru yang menembus 1 miliar dolar AS. Film ini menonjol lewat tontonan berating R yang memadukan humor dan kekerasan, sekaligus petualangan multiversal yang memanfaatkan Saga Multiverse MCU. Cerita juga menghadirkan kembali karakter-karakter X-Men dari Fox, termasuk kembalinya Hugh Jackman sebagai varian Wolverine.
Spider-Man: Far From Home (2019)
Setelah beberapa film Spider-Man sebelumnya nyaris mencapai 1 miliar dolar AS, Far From Home menjadi yang pertama menembusnya. Berlatar tak lama setelah Avengers: Endgame, film ini menindaklanjuti dampak kematian Iron Man terhadap Peter Parker, yang selama bertahun-tahun membangun relasi mentor dengan Tony Stark. Peter dihadapkan pada ancaman baru, sekaligus rasa takut tanpa “jaring pengaman” yang dulu ia miliki.
Joker (2019)
Joker menjadi salah satu dari empat film DC yang meraih lebih dari 1 miliar dolar AS, sekaligus pengecualian dibanding kebanyakan film superhero berpendapatan serupa. Film ini merupakan kisah asal-usul supervillain dengan nada gelap dan serius, kerap dibandingkan dengan Taxi Driver, dan disebut mampu menarik penonton yang sebelumnya tidak tertarik pada genre superhero. Ulasan positif turut mendorong pencapaiannya di bioskop.
Black Panther (2018)
Meski karakter Black Panther sudah ada sejak 1960-an, adaptasi live-action pada 2018 menjadi momen ketika karakter ini benar-benar bersinar. Chadwick Boseman memerankan T’Challa secara tiga dimensi dan beresonansi dengan penggemar. Film ini juga dipandang signifikan secara budaya sebagai film MCU pertama dengan sutradara dan sebagian besar pemeran kulit hitam, sekaligus contoh kuat film asal-usul yang dapat berdiri sebagai film mandiri dan tetap berkontribusi pada lanskap waralaba. Pendapatannya disebut mencapai 1,3 miliar dolar AS.
The Avengers (2012)
Saat debut pada 2012, The Avengers dianggap fenomenal karena membawa salah satu tim superhero terpenting Marvel ke layar lebar dan menjadi bukti konsep potensi cerita crossover Marvel. Dinamika tim yang awalnya enggan bersatu memberi ruang drama, pengembangan karakter, dan ikatan yang kemudian banyak ditiru film-film setelahnya.
Spider-Man: No Way Home
No Way Home dipandang sebagai pembuktian besar bahwa konsep multiverse dapat berhasil di ranah superhero live-action. Film ini mengambil inspirasi dari sejarah panjang film Spider-Man dan menghadirkan kembali aktor Spider-Man sebelumnya, Andrew Garfield dan Tobey Maguire, beserta sejumlah penjahat ikonik mereka. Cerita menyeimbangkan elemen kesenangan dan fantasi dengan bobot tanggung jawab menjadi Spider-Man, ketika Peter menghadapi salah satu cobaan terbesarnya.
Captain America: Civil War
Civil War kerap dinilai lebih dekat dengan film Avengers ketimbang seri Captain America. Film ini mengangkat konflik tentang tanggung jawab para pahlawan dan sejauh mana pemerintah dunia seharusnya mengendalikan superhero—isu yang disebut relevan untuk banyak tokoh MCU. Film ini mengadaptasi komik Civil War dengan pendekatan yang dinilai relatif baik, meski harus menulis ulang sejumlah peristiwa dan strategi dari materi sumber. Premisnya menonjol karena berfokus pada konflik internal komunitas pahlawan, bukan semata menghadapi penjahat.
Avengers: Infinity War
Infinity War disebut sebagai contoh kuat kemampuan genre superhero, karena berhasil melakukan hal-hal yang sebelumnya dianggap mustahil dalam adaptasi komik ke layar lebar. Film ini mendefinisikan ulang skala film superhero melalui crossover besar dan tetap memberi peran penting bagi sebagian besar pemainnya. Meski sekuelnya sering dianggap lebih baik, Infinity War diposisikan sebagai landasan bagi banyak alur cerita besar waralaba, diperkuat dengan akhir yang mengejutkan.
Avengers: Endgame
Dengan pendapatan 2,7 miliar dolar AS dan dampak budaya pop yang besar, Endgame digambarkan sebagai monolit genre superhero. Film ini membangun seluruh rangkaian cerita sebelumnya dan berupaya menjadi penghormatan bagi tiap angsuran yang membawanya menjadi film dengan pendapatan box office terbesar kedua dalam sejarah. Kesimpulannya dinilai memuaskan banyak penggemar, meski sekaligus menghadirkan tantangan bagi angsuran MCU setelahnya.
The Dark Knight
Perdebatan soal film superhero terbaik kerap mengerucut pada Avengers: Endgame dan The Dark Knight. Jika Endgame dipandang lebih merefleksikan potensi sebuah semesta sinematik, The Dark Knight disebut sebagai film mandiri yang lebih kuat. Film ini dinilai berhasil terasa realistis sambil tetap merangkul elemen besar kisah Batman—mulai dari gadget hingga musuh badut jahatnya—dengan atmosfer aksi serius yang sesekali diselingi humor. The Dark Knight juga disebut menebus warisan film live-action Batman dan menjadi contoh bagaimana film superhero dapat setia pada materi komik sekaligus menempuh jalannya sendiri, dengan daya tarik yang melampaui penggemar genre.
Deretan film tersebut memperlihatkan bahwa film superhero tidak hanya menjadi mesin box office, tetapi juga ruang kompetisi kreativitas—meski penerimaan terhadap kualitasnya tetap beragam, bahkan di antara judul-judul yang sama-sama mencetak pendapatan fantastis.

