BERITA TERKINI
25 Serial yang Seru Ditonton Berulang Kali, dari Sitkom hingga Reality Show

25 Serial yang Seru Ditonton Berulang Kali, dari Sitkom hingga Reality Show

Sesi binge-watch kerap menjadi pilihan saat ingin rehat dari rutinitas, terutama ketika cuaca mulai mendingin dan keinginan untuk tetap di rumah makin kuat. Baik sedang mengikuti serial baru yang membuat penasaran di tiap episode, maupun mengulang comfort show favorit, menyiapkan daftar tontonan bisa membantu mengalihkan perhatian dari kebiasaan doomscrolling dan derasnya arus berita.

Berikut rangkuman 25 serial yang dinilai menarik untuk ditonton maraton dan bahkan ditonton ulang, mencakup beragam genre—komedi, drama, kriminal, hingga reality show.

Abbott Elementary menghadirkan format mockumentary tentang para guru berdedikasi di sekolah negeri Philadelphia. Dengan durasi sekitar 20 menit per episode, serial ini dikenal hangat, ringan, dan dipenuhi dialog jenaka.

Gilmore Girls menawarkan tujuh musim kisah yang menyoroti kompleksitas hubungan keluarga dan cinta pertama. Meski merupakan potret khas masanya, serial ini tetap disebut memesona dan kerap mengundang nostalgia.

Adolescence adalah mini seri kriminal empat episode yang terinspirasi kisah nyata. Ceritanya menyoroti pengaruh media sosial dan budaya incel terhadap remaja laki-laki, dengan tema yang gelap dan mengusik.

Derry Girls berlatar Irlandia Utara pada tahun-tahun terakhir masa The Troubles. Sitkom ini mengikuti keseharian sekelompok sahabat di sekolah Katolik perempuan di Derry, memadukan latar politik yang tegang dengan komedi remaja yang kocak.

Love Is Blind menjadi pilihan reality show untuk tontonan pelarian yang ringan, penuh drama sensasional, kejutan, dan momen yang memancing perbincangan.

Sex and the City disebut tetap menarik meski telah berusia puluhan tahun. Daya tariknya antara lain terletak pada formula cerita yang mudah dikenali, tema hubungan yang tak lekang waktu, serta fantasi tentang New York yang glamor.

The Hills dipandang sebagai salah satu pelopor reality show era 2000-an. Serial ini mengikuti perjalanan seorang perempuan muda California di industri mode, disertai drama pertemanan dan percintaan yang tak ada habisnya.

Desperate Housewives menawarkan delapan musim intrik di Wisteria Lane, penuh rahasia dan perselingkuhan. Kisah lima ibu rumah tangga menjadi pusat cerita, dengan total durasi tontonan yang sangat panjang untuk maraton.

Looking disebut sebagai salah satu potret paling jujur tentang kehidupan pria gay di layar kaca. Meski hanya dua musim, serial ini dinilai hangat, lucu, dan mudah ditonton maraton.

Hacks berfokus pada dinamika legenda komedi stand-up Deborah Vance dan penulis muda Ava Daniels. Perubahan hubungan keduanya—dari tegang menjadi kolaboratif—menjadi salah satu kekuatan utama serial ini.

Scandal memadukan ketegangan, kejutan, dan drama emosional dalam tujuh musim. Ceritanya mengikuti Olivia Pope, konsultan krisis di Washington D.C., termasuk hubungan rumitnya dengan Presiden AS.

Nobody Wants This digambarkan sebagai serial bernuansa rom-com yang nyaman ditonton ulang. Ceritanya mengikuti seorang perempuan dengan kehidupan asmara dan karier yang berantakan, disajikan lewat dialog yang cerdas dan momen yang terasa dekat dengan keseharian.

The Traitors mengusung konsep mirip permainan Mafia: peserta dikarantina, sebagian menjadi “pengkhianat” secara rahasia, sementara lainnya “setia.” Beragam versi internasional disebut sama-sama adiktif, dengan urutan menonton yang direkomendasikan: versi AS musim 2, Inggris musim 1, Australia musim 1, Inggris musim 2, Australia musim 2, lalu menantikan versi AS musim 3 yang dijadwalkan tayang 9 Januari.

Gossip Girl versi orisinal disebut tetap seru ditonton kapan pun, dengan mode yang mencolok, intrik pertemanan, cameo bintang era 2000-an, dan enam musim drama remaja.

The White Lotus mengajak penonton “berlibur” dari Hawaii ke Sisilia hingga Thailand dalam tiga musim. Serial ini dikenal lewat karakter-karakter yang menyebalkan namun sulit diabaikan, plot penuh kejutan, serta latar resort mewah yang memanjakan mata.

Love Island disebut sebagai salah satu acara kencan realitas paling menonjol, dengan banyak versi di berbagai negara. Para lajang dipertemukan di vila tropis, membentuk pasangan, dan diuji lewat tantangan serta kehadiran pendatang baru.

Golden Girls diposisikan sebagai comfort show klasik. Sitkom era 1980-an ini mengikuti empat perempuan yang tinggal bersama di Miami, dengan humor yang dinilai tetap tajam dan relevan.

The O.C. disebut sebagai cetak biru drama remaja modern, lengkap dengan alur yang “gila,” kisah cinta rumit, gaya 2000-an yang ikonis, serta musik indie yang menonjol.

Succession menghadirkan drama satir tentang keluarga Roy dan kerajaan media mereka. Serial ini dikenal gelap, lucu, dan menegangkan, serta dinilai menawarkan detail baru saat ditonton ulang.

Selling Sunset menjadi tontonan pelarian lewat drama kantor, busana glamor, dan deretan properti mewah. Unsur absurditasnya justru disebut sebagai bagian dari daya tarik.

Fleabag hanya dua musim, namun disebut sebagai komedi brilian yang jujur, kocak, dan menyentuh. Ceritanya menyoroti kehidupan dan cinta dalam kekacauan, dengan gaya yang tajam dan canggung.

Seinfeld dikenal sebagai sitkom “tentang hal yang tidak berarti,” tetapi dinilai ideal untuk maraton karena lucu, cerdas, dan tetap relevan, sekaligus menjadi potret budaya pop pada masanya.

Baby Reindeer disebut sulit ditonton tanpa menamatkannya sekaligus. Diadaptasi dari kisah nyata kreatornya, Richard Gadd, cerita bermula dari pertemanan aneh yang berkembang menjadi jauh lebih gelap dan menegangkan.

Ugly Betty dinilai hangat dan lucu, dengan karakter Betty dan keluarganya yang mudah disukai. Dinamika kantor serta sosok Wilhelmina Slater juga disebut menjadi elemen ikonis.

What We Do in the Shadows adalah mockumentary komedi horor tentang empat vampir yang tinggal serumah di Staten Island bersama pelayan manusia. Dengan durasi sekitar 30 menit per episode, serial ini mengandalkan humor gelap, karakter eksentrik, dan absurditas keseharian.

Daftar ini memperlihatkan bahwa tontonan yang layak diulang tak selalu harus berat atau baru—yang dicari penonton bisa berupa tawa singkat dari sitkom, intrik dari drama panjang, hingga sensasi guilty pleasure dari reality show.