KUNINGAN—Kehadiran politikus senior PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, di Kantor DPC PDIP Kuningan pada Selasa malam, 19 Mei 2026, menjadi perhatian publik. Pertemuan yang berlangsung tertutup itu memunculkan beragam spekulasi, terutama di tengah dinamika politik nasional pasca Pemilu 2024.
Adian yang dikenal vokal dalam sejumlah isu politik nasional datang tanpa banyak memberikan keterangan kepada awak media. Kehadirannya disebut sebagai bagian dari agenda internal partai yang digelar tertutup bersama jajaran pengurus PDIP Jawa Barat dan kader daerah.
Usai kegiatan, Adian memilih tidak menjelaskan detail pertemuan. Saat ditemui wartawan, ia hanya meminta agar pertanyaan diarahkan kepada Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono.
“Kang Ono saja wawancaranya,” ujar Adian singkat sebelum meninggalkan lokasi.
Sikap tertutup tersebut memicu berbagai tafsir di kalangan publik dan pengamat politik lokal. Sejumlah pihak menilai kedatangan Adian ke Kuningan bukan sekadar agenda biasa, melainkan bagian dari konsolidasi internal PDIP untuk menghadapi dinamika politik ke depan.
Namun, Ono Surono membantah anggapan adanya agenda politik khusus. Ia menyatakan pertemuan tersebut merupakan kegiatan rutin partai untuk memperkuat struktur organisasi serta menjaga soliditas kader hingga tingkat bawah.
Ono juga menjelaskan, kehadiran Adian yang saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Komunikasi PDIP bertujuan memperkuat koordinasi kader agar tetap aktif di tengah masyarakat. Menurutnya, partai politik tidak boleh hanya hadir menjelang pemilu.