Persija Jakarta berpotensi kembali meninggalkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) sebagai kandang, menyusul bentroknya agenda penggunaan stadion dengan program Timnas Indonesia.
PSSI dijadwalkan menggelar agenda Timnas Indonesia di GBK dalam rangka FIFA Series pada 23–31 Maret 2026. Rencana tersebut beririsan dengan rangkaian pertandingan kandang Persija pada periode yang sama.
Selain faktor jadwal, Persija disebut tidak dapat menggunakan GBK karena adanya program peningkatan kualitas lapangan. Pengelola stadion akan melakukan perawatan lanjutan agar kondisi rumput berada dalam kondisi optimal saat digunakan Timnas, sehingga penggunaan stadion harus dihentikan sementara.
Ketua Panitia Pelaksana Persija, Tauhid Indrasjarief, mengatakan ada tiga pertandingan kandang yang berpotensi terdampak. Menurutnya, laga melawan PSM Makassar pada 20 Februari menjadi pertandingan pertama yang kemungkinan tidak bisa digelar di GBK.
“Tanggal 20 (Februari) katanya ini sudah nggak bisa kami pakai lagi, karena mau diperbaiki rumputnya,” ujar Tauhid Indrasjarief yang akrab disapa Bung Ferry.
Ia menambahkan, Persija juga disebut tidak dapat menggunakan GBK untuk dua laga kandang berikutnya karena perbaikan rumput yang berkaitan dengan agenda Timnas. “Terus ada dua pertandingan lagi berikutnya kami katanya nggak bisa di GBK. Karena GBK mau perbaikan rumput, mau dipakai lagi Timnas. Ini sudah bagus, dia mau diperbaiki lagi, katanya sih kualitasnya lebih bagus lagi,” katanya.
Jika situasi tidak berubah, setidaknya tiga laga kandang Persija terancam dipindahkan, termasuk saat menjamu Borneo FC pada 3 Maret dan Dewa United pada 15 Maret. Persija pun harus menyiapkan rencana alternatif stadion lain untuk pertandingan kandang selama GBK tidak dapat digunakan sementara waktu.

