PAINAN — Akar Ginseng Kuning atau Rennellia elliptica Kort banyak ditemukan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Di daerah setempat, komoditas itu dibeli pedagang pengumpul dengan harga sekitar Rp7.000 per kilogram.
Wali Nagari Lakitan Tengah, Irwandi, mengatakan harga tersebut dapat berubah-ubah, bisa lebih murah maupun lebih mahal. Namun, saat ini harga yang berlaku di tingkat pengumpul berada di angka Rp7.000 per kilogram.
Ia menyebut harga itu jauh lebih rendah dibandingkan harga Ginseng Kuning yang ditawarkan di beberapa toko daring, yang disebut mencapai puluhan ribu rupiah per kilogram.
Dalam beberapa bulan terakhir, menurut Irwandi, minat warga untuk mencari akar tanaman yang tumbuh di kawasan hutan belantara tersebut cukup tinggi. Hasil penjualan akar Ginseng Kuning kemudian diandalkan sebagian warga untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga.
Irwandi menuturkan, sebelumnya banyak warga belum menyadari bahwa hutan di wilayah mereka ditumbuhi Ginseng Kuning. Setelah diketahui memiliki nilai ekonomis, warga mulai mencarinya. Ia menyebut, dalam sehari masing-masing pencari dapat memperoleh sekitar 20 hingga 30 kilogram akar.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Pesisir Selatan, Madrianto, mengatakan Ginseng Kuning tersebut termasuk famili Rubiacea dengan spesies Rennellia elliptica Kort. Ia menyebut identifikasi itu mengacu pada surat dari Herbarium Universitas Andalas bernomor 304/K-ID/ANDA/IX/2020, sebagai tindak lanjut dari permohonan identifikasi tanaman yang sebelumnya dikirimkan pihaknya.
Madrianto juga menjelaskan ciri fisik akar tanaman tersebut. Akar Ginseng Kuning disebut berwarna oranye menyerupai wortel, bentuknya memanjang dan tidak mengembung seperti ginseng pada umumnya, serta tidak memiliki akar serabut.

