Tren permainan judi online dinilai perlu diberantas di masyarakat, termasuk di kalangan anak muda. Kemudahan akses melalui internet membuat permainan ini kerap menarik perhatian generasi muda.
Mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Mulyadi, menilai anak muda dapat menghindari jerat judi online dengan mengisi waktu melalui kegiatan positif, salah satunya bermain musik. Menurutnya, aktivitas bermusik bersama teman dapat mengalihkan perhatian sekaligus memberi manfaat bagi pengembangan diri.
“Karena dengan berkumpul kita main musik bersama teman-teman lalu kita lupa dan tidak ada kesempatan buat untuk terpengaruh yang namanya yang disebut dengan judi online. Dan juga musik itu sebagai untuk mengekspresikan dari isi pikiran kita, isi hati kita entah itu dari dari bermain gitar dan juga musik itu juga melatih keterampilan kita,” kata Mulyadi.
Sementara itu, mahasiswi Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Mira, mengatakan kegiatan positif tidak terbatas pada musik. Ia menyebut anak muda juga dapat menyalurkan bakat melalui kesenian lain, seperti menari, serta berbagai aktivitas produktif lainnya. Menurutnya, hal ini penting agar generasi muda memiliki ruang untuk berkarya dan berkembang.
“Contohnya kita menyalurkan bakat kita kan anak muda ini tidak banyaklah karya-karyanya. Contohnya kita bisa mengikuti sanggar kalau ada bakat menari, mengikuti banyaklah yang hal-hal positif begitu,” kata Mira.
Secara umum, kegiatan positif di bidang seni dan budaya dinilai dapat menjadi sarana dalam pembentukan karakter anak muda. Selain membantu menjauhkan dari pengaruh negatif, aktivitas tersebut juga dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan.
Dengan semakin banyaknya pilihan kegiatan produktif, diharapkan anak muda lebih bijak memanfaatkan waktu luang. Upaya ini juga dipandang sebagai bagian penting untuk mencegah meluasnya praktik judi online di kalangan generasi muda.

