Sejumlah perempuan dapat tidak menyadari dirinya sedang hamil hingga berbulan-bulan. Kondisi ini kerap disebut sebagai kehamilan kriptik (cryptic pregnancy), ketika tanda kehamilan tidak dikenali atau hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan kehamilan.
Salah satu penyebab utama keterlambatan menyadari kehamilan adalah kadar hormon kehamilan hCG (human chorionic gonadotropin) yang rendah dalam darah. Hormon hCG diproduksi oleh plasenta untuk membantu mempertahankan kehamilan dan mendukung perkembangan janin.
Apabila produksi hCG tergolong sedikit, hasil pemeriksaan menggunakan tes pack bisa menunjukkan negatif. Situasi ini dapat membuat seseorang mengira dirinya tidak hamil, padahal hasil tersebut bisa saja tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Selain kadar hCG yang rendah, keterlambatan mengetahui kehamilan juga dapat terjadi karena hasil tes kehamilan yang tidak akurat. Ketika seseorang melakukan tes sekali dan memperoleh hasil negatif, ia cenderung langsung menyimpulkan bahwa ia tidak hamil. Namun, hasil negatif tersebut bisa merupakan negatif palsu, terutama bila tes dilakukan terlalu dini saat tubuh belum memproduksi hCG dalam jumlah yang dapat terdeteksi.
Secara umum, hormon hCG mulai terdeteksi dalam darah sekitar enam hari setelah implantasi, atau sekitar minggu ke-3 kehamilan. Kadar hCG kemudian meningkat dan memuncak dalam 14 minggu setelah hari pertama haid terakhir (HPHT).

