Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan program Jakarta Sadar Sampah pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Ibu Kota. Peluncuran program yang mengusung pendekatan gerakan ini digelar secara hybrid (daring dan luring) di Balai Kota Jakarta, Sabtu (5/6).
Dalam sambutannya, Anies menjelaskan alasan Pemprov DKI Jakarta memilih pendekatan gerakan dan kolaborasi untuk menjawab persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Menurutnya, pengelolaan lingkungan hidup merupakan tema yang paling relevan untuk dikerjakan bersama melalui gerakan.
Melalui Jakarta Sadar Sampah, masyarakat didorong terlibat aktif mengurangi, memilah, dan mengolah residu dari sampah yang dihasilkan. Dengan demikian, pengelolaan sampah diharapkan menjadi tanggung jawab setiap individu dan dapat berjalan lebih optimal seiring keterlibatan warga.
Anies menekankan pentingnya membangun kesadaran di tingkat individu, bukan hanya pada pengambil kebijakan maupun aktivis. Ia menyebut setiap orang menghasilkan residu, sehingga perlu pula mengelolanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar Jakarta menjadi kota dengan penduduk yang berkesadaran mengurangi residu, mengelola sampah, dan mendaur ulang. Karena itu, Jakarta Sadar Sampah ditujukan bukan sekadar program, melainkan gerakan yang dikerjakan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Anies mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam peluncuran program. Pemprov DKI Jakarta, disebutnya, membangun kolaborasi pengelolaan sampah dan lingkungan hidup dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Rekosistem, dan Indonesia Indah Foundation.
Rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Jakarta juga ditutup dengan pemadaman lampu secara seremonial pada tujuh ikon Jakarta sebagai kampanye penghematan energi. Lokasi yang disebut antara lain Balai Kota Pemprov DKI Jakarta, Monumen Nasional beserta air mancurnya, Patung Arjuna Wiwaha beserta air mancurnya, Bundaran Hotel Indonesia beserta air mancurnya, Patung Pemuda beserta air mancurnya, Patung Pahlawan, dan Patung Jenderal Sudirman.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Jakarta merupakan puncak acara sekaligus refleksi dari rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 1–5 Juni 2021. Pada 1 Juni, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta melaksanakan uji coba pemilahan dan pengangkutan sampah terjadwal di 147 RW percontohan. Keesokan harinya, digelar aksi penanaman mangrove di Kepulauan Seribu serta podcast yang mengangkat isu restorasi ekosistem dan penerapan 0 sampah dalam keseharian.
Pada 3 Juni, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan teknis penanganan sampah laut menggunakan teknologi pirolisis. Sementara pada 5 Juni, turut dilaksanakan uji emisi gratis.

