JAKARTA — Di tengah pelemahan yang terjadi pada hampir seluruh industri ritel, kinerja ritel farmasi dinilai masih menunjukkan tren positif. PT K24 Indonesia, pengelola jejaring Apotek K24, menyebut prospek industri ritel farmasi tetap sangat baik dan bahkan cenderung meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT K24 Indonesia Gideon Hartono mengatakan perusahaan optimistis dapat membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 22% pada tahun ini. Untuk mengejar target tersebut, perusahaan menyiapkan ekspansi dengan membangun 100 gerai baru sekaligus mulai menggarap pasar di luar Pulau Jawa.
Menurut Gideon, hingga semester I 2017, trafik pengunjung di 388 gerai yang sudah beroperasi terus meningkat. Selain trafik, indikator average customer basket juga tercatat naik.
Ia menilai kondisi ini berbeda dengan sebagian pelaku ritel lain yang dalam beberapa bulan terakhir mengeluhkan pertumbuhan negatif. “Hingga semester I saja, kami sudah tumbuh kurang lebih 13%,” ujarnya.
Untuk mendukung ekspansi, perusahaan menganggarkan belanja modal Rp 100 miliar guna membangun 100 gerai baru, dengan asumsi investasi sekitar Rp 1 miliar per gerai. Sampai semester I 2017, Apotek K24 telah membangun 40 gerai baru.
Hingga akhir tahun, perusahaan menargetkan memiliki 450 gerai yang tersebar di berbagai wilayah. Gideon menambahkan, meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat menjadi salah satu katalis pertumbuhan bisnis. Dalam jangka panjang, perusahaan juga menargetkan memiliki 2.000 gerai dalam delapan tahun mendatang.
“Apotek itu dari tahun ke tahun tidak pernah turun, malah terus meningkat,” kata Gideon, seraya menyinggung pertumbuhan kelas menengah dan meningkatnya tingkat pendidikan yang dinilai turut mendorong kesadaran kesehatan.

