BERITA TERKINI
‘Avatar: Fire and Ash’ Puncaki Box Office pada Hari Natal

‘Avatar: Fire and Ash’ Puncaki Box Office pada Hari Natal

Perayaan Natal kembali menjadi momentum penting bagi industri perfilman, dengan bioskop dipadati penonton sepanjang musim liburan. Sejumlah film besar mencatat pendapatan signifikan, dipimpin film terbaru James Cameron, ‘Avatar: Fire and Ash’.

Film ketiga dari waralaba Avatar itu meraih pendapatan US$24 juta (Rp402,5 miliar) pada Hari Natal, menempatkannya di posisi teratas box office. Capaian tersebut memperkuat peluang film ini untuk bertahan kuat hingga akhir tahun dan mengejar pendapatan miliaran dolar seperti film-film pendahulunya.

Pekan sebelumnya, ‘Avatar: Fire and Ash’ dibuka dengan pendapatan US$88 juta (Rp1,4 triliun). Untuk akhir pekan libur Natal, film ini diproyeksikan menghasilkan US$75 juta (Rp1,2 triliun) hingga US$80 juta (Rp1,3 triliun).

Dari sisi biaya, film ini memiliki ongkos produksi besar yang mencapai US$350 juta (Rp5,8 triliun), dengan anggaran promosi sekitar US$150 juta (Rp2,5 triliun). Hingga kini, film tersebut telah mengumpulkan US$153 juta (Rp2,5 triliun) di pasar domestik dan US$544 juta (Rp9,1 triliun) secara global.

‘Avatar: Fire and Ash’ melanjutkan kisah Jake Sully dan Neytiri yang kembali menghadapi ancaman baru di Pandora setelah konflik besar sebelumnya. Kali ini, bahaya bukan hanya datang dari manusia, tetapi juga dari perpecahan internal di antara klan Na’vi.

Kehadiran klan api yang keras dan agresif, dikenal sebagai Ash People, memicu ketegangan baru yang mengancam keseimbangan alam Pandora. Jake dan keluarganya pun terpaksa menjelajahi wilayah Pandora yang lebih ekstrem, dengan lanskap vulkanik dan lingkungan berbahaya, untuk memahami sumber konflik.

Di tengah situasi yang kian rumit, Neytiri berjuang menghadapi trauma masa lalu, sementara anak-anak mereka mempertanyakan identitas dan peran di tengah perang yang semakin kompleks. Pada saat yang sama, manusia kembali mencoba memanfaatkan konflik antarklan demi kepentingan mereka sendiri.

Ketika api kemarahan dan abu kehancuran menyebar, Jake dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan keluarganya atau berupaya mempersatukan Pandora yang terpecah. Film ini mengangkat tema kehilangan, balas dendam, serta konsekuensi dari kekerasan.