Bali Wellness Business Awards 2026 kembali hadir sebagai penghargaan profesional independen yang mengakui proyek-proyek unggulan di sektor wellness di Bali. Ajang ini dirancang untuk memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang dinilai menunjukkan kualitas bisnis terbaik, komitmen terhadap keberlanjutan, inovasi, serta kontribusi positif bagi perkembangan industri wellness di Pulau Dewata.
Penghargaan tersebut juga diharapkan menjadi pendorong meningkatnya standar profesional di tengah pertumbuhan pesat sektor wellness di Bali, yang mencakup berbagai bidang seperti spa, retreat, klinik holistik, hingga resort berbasis kesehatan.
Marketing dan Logistic Experts Bali Wellness Business Awards, Sri Retno Puji Hastuti, menyatakan penghargaan ini hadir sebagai respons atas meningkatnya minat global terhadap industri wellness di Bali. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Bali perlu diimbangi dengan standar kualitas serta tata kelola bisnis yang profesional.
“Bali memiliki potensi luar biasa di sektor wellness, mulai dari spa, retreat, klinik holistik, hingga resort berbasis kesehatan. Namun, pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan standar kualitas dan tata kelola bisnis yang profesional. Penghargaan ini menjadi salah satu instrumen untuk mendorong hal tersebut,” ujar Sri Retno.
Para pemenang Bali Wellness Business Awards 2026 dipilih oleh dewan juri yang terdiri dari para ahli lokal dan internasional. Panel juri mencakup pendiri bisnis, profesional industri, serta perwakilan media yang dinilai memiliki pemahaman terhadap pasar lokal sekaligus standar wellness global.
Sri Retno menekankan, kombinasi perspektif tersebut diperlukan untuk menjaga objektivitas penilaian. “Kami memastikan proses kurasi dan penjurian dilakukan secara independen dan transparan. Keterlibatan juri internasional juga penting untuk menjaga keselarasan dengan standar global,” jelasnya.
Berbeda dari ajang penghargaan yang berbasis voting publik, Bali Wellness Business Awards menerapkan sistem seleksi berbasis evaluasi juri dengan kriteria yang disebut jelas dan terstruktur. Setiap proyek dinilai melalui proses profesional yang menitikberatkan pada kualitas layanan, keberlanjutan operasional, inovasi program, serta dampak terhadap komunitas dan lingkungan.
“Hanya proyek yang benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan yang akan menerima penghargaan. Ini bukan sekadar popularitas, tetapi tentang kualitas dan kontribusi nyata,” tegas Sri Retno.
Ajang ini terbuka bagi proyek lokal Bali maupun proyek internasional yang beroperasi di Bali. Menurut penyelenggara, langkah tersebut mencerminkan posisi Bali sebagai destinasi wellness global yang menarik pelaku usaha dari berbagai negara, sekaligus memperkuat daya saing bisnis lokal.
Sri Retno menambahkan, kehadiran pelaku internasional dinilai dapat memperkaya ekosistem wellness Bali melalui pertukaran praktik terbaik dan inovasi. “Kami ingin menciptakan ruang kolaborasi antara pelaku lokal dan internasional, sehingga Bali tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat inovasi wellness di kawasan,” ujarnya.
Melalui pengakuan terhadap proyek-proyek berkualitas, Bali Wellness Business Awards menargetkan penguatan ekosistem wellness di Bali dengan mendorong transparansi, profesionalisme, dan kolaborasi antar pelaku industri. Inisiatif ini diharapkan turut meningkatkan reputasi Bali di pasar internasional serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang sektor wellness di daerah tersebut.

