BandungBergerak.id mencatat menerima dan menayangkan 31 esai kiriman sepanjang Mei 2024. Dari jumlah tersebut, 20 tulisan berupa esai opini dan 11 lainnya merupakan tulisan narasi. Redaksi menyampaikan apresiasi kepada para penulis yang telah mengirimkan karya dan mempercayakannya untuk dipublikasikan.
Memasuki bulan baru, BandungBergerak.id kembali menetapkan sejumlah tulisan sebagai “Esai Terpilih” dari naskah yang masuk. Redaksi memilih empat kategori, yakni satu esai opini, satu esai narasi, satu tulisan “Mahasiswa Bersuara”, dan satu tulisan “Pelajar Bersuara”. Berikut rangkuman isi esai- esai terpilih tersebut.
Merenungkan Kembali Kisah Polisi Hoegeng dan Sum Kuning
Esai opini ini ditulis Akbar Adi Benta, alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan (Unpas) Bandung. Ia mengulas kembali kasus Sum Kuning yang terjadi di Yogyakarta pada 21 September 1970, sebuah peristiwa pemerkosaan yang sempat dibantah Kepala Daerah Kepolisian (Kadapol) Yogyakarta dan diduga melibatkan anak pejabat.
Akbar menulis esai tersebut saat publik, khususnya warganet, ramai membicarakan kasus Vina Cirebon. Ia membandingkan keduanya sebagai kasus yang sama-sama bernuansa kekerasan seksual, dengan informasi pelaku yang simpang siur.
Telusur Sejarah Lembang: Keluarga Ursone dan Jejak Perkebunan
Untuk kategori narasi, esai ditulis Malia Nur Alifa, pegiat sejarah, penulis buku, dan anggota komunitas Telusur Pedestrian. Tulisan ini menelusuri sejarah keluarga Ursone yang dikenal sebagai tuan tanah di Lembang.
Menurut Malia, keluarga Ursone pada masanya dikenal sebagai pengusaha peternakan sapi terbesar di Asia Tenggara. Ia menulis bahwa bisnis awal keluarga ini adalah membantu John Henrij van Blommestein mendirikan perkebunan kina di Lembang pada 1877, bernama perkebunan kina Baroe Adjak. Setelah itu, pada 1880, peternakan sapi didirikan secara bertahap hingga berkembang menjadi peternakan.
Malia juga menyebut keluarga Ursone mengelola belasan hektare tanah di selatan Baroe Adjak untuk dijadikan perkebunan teh. Perkebunan teh tersebut disebut hampir berbarengan dengan berdirinya perkebunan teh Ciumbuleuit.
Mahasiswa Bersuara: Menelisik Kecelakaan di Jalan Tol
Esai kategori “Mahasiswa Bersuara” ditulis Thedrick Limindinata, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung. Ia menyoroti fungsi jalan tol yang dibangun untuk mempercepat perjalanan, namun pada praktiknya kerap terjadi kecelakaan.
Dalam esainya, Thedrick mencatat bahwa pada periode 2019 hingga 2021 terdapat 1.922 kecelakaan di ruas Tol Jagorawi, Jakarta–Cikampek, dan Cawang–Tomang–Cengkareng. Dari jumlah itu, 1.655 kecelakaan disebut disebabkan oleh pengemudi.
Pelajar Bersuara: Jangan Biarkan Pencoleng Dana Pendidikan Warga Miskin
Esai kategori “Pelajar Bersuara” ditulis Adli Firlian Ilmi, siswa SMP Negeri 1 Kota Bogor. Ia mengajak warga negara terlibat aktif secara politik untuk memastikan pemenuhan hak atas pendidikan.
Adli menilai Indonesia memiliki kekayaan alam dan keberagaman budaya yang melimpah, sehingga diperlukan kecerdasan anak bangsa untuk mengelolanya. Salah satu jalan untuk meningkatkan kecerdasan itu, menurutnya, adalah pendidikan. Ia menekankan pendidikan harus dapat diakses anak-anak di desa maupun kota, termasuk anak buruh, petani, nelayan, serta kaum miskin di wilayah perkotaan dan pedesaan.
“Dengan kata lain, tidak boleh seorang anak tidak sekolah hanya karena ia miskin,” tulis Adli, seraya mempertanyakan apakah akses pendidikan benar-benar sudah terbuka bagi semua kalangan.
BandungBergerak.id menilai esai- esai kiriman para penulis menegaskan bahwa tulisan masih menjadi medium untuk menyampaikan gagasan dan kritik. Redaksi juga menekankan pengumuman “Esai Terpilih” bulanan bukan ajang yang dimaksudkan untuk menafikan tulisan lainnya, karena setiap naskah yang masuk dinilai memiliki kelebihan masing-masing.
Redaksi menyatakan akan menghubungi para penulis untuk mengatur pengiriman sertifikat dan kenang-kenangan, dengan biaya pengiriman ditanggung BandungBergerak.id. Penulis juga dapat berinisiatif menghubungi akun Instagram KawanBergerak atau nomor 082119425310.

