BandungBergerak.id mengumumkan Esai Terpilih yang tayang sepanjang Juni 2023. Redaksi mencatat jumlah esai di kanal Opini meningkat dibanding bulan sebelumnya. Jika pada Mei sedikitnya ditayangkan 15 esai, pada Juni jumlah penayangan meningkat menjadi lebih dari 40 esai.
Redaksi menyebut lonjakan tersebut menjadi kehormatan sekaligus pendorong untuk meningkatkan kinerja keredaksian, khususnya dalam penyuntingan. BandungBergerak.id juga menyampaikan terima kasih kepada para penulis yang mengirimkan tulisannya.
Menurut redaksi, seluruh esai yang terbit mengolah beragam isu dengan pendekatan dan perspektif penulis masing-masing. Keberagaman itu dinilai sejalan dengan semangat dibukanya kanal Opini/Esai bandungbergerak.id untuk publik, yakni menghormati keberagaman dan kebebasan berekspresi melalui tulisan.
Pada Rabu, 5 Juli 2023, redaksi memilih tiga tulisan sebagai Esai Terpilih Juni 2023, yaitu “Cat Warna-warni dan Hiperealitas Kota” karya Jejen Jaelani; “Karya Albert Frederik Aalbers Biasa Saja, yang Hebat-hebat Hanya Tafsirannya” karya Garbi Cipta Perdana; serta “MAHASISWA BERSUARA: Hati-hati, Mengingkari Janji Menikahi dapat Terjerat Hukum” karya Gladys Callista Natasha Tanusaputro.
Dalam esainya, Jejen Jaelani—dosen di Institut Teknologi Sumatera dan penulis buku Semiotika Kota: Pertarungan Ideologis di Ruang Urban—membahas fenomena pengecatan warna-warni pada infrastruktur kota dengan merujuk teori kebudayaan dan filsafat. Ia menyoroti contoh infrastruktur di Kota Bandung yang dinilai penuh warna, tetapi justru menutupi realitas persoalan kota seperti kriminalitas, kemacetan lalu lintas, banjir, sampah, penggusuran, gentrifikasi, dan premanisme.
Sementara itu, Garbi Cipta Perdana—Interpreter Kebudayaan Materiil (Bersertifikat) di Niskala Institute—mengkritik arsitek Albert Frederik Aalbers yang karyanya tersebar di Bandung. Dalam tulisannya disebutkan setidaknya terdapat 75 bangunan yang dirancang Aalbers, meski angka itu masih berupa perkiraan karena tidak diketahui pasti jumlah bangunan rancangan Aalbers yang telah hancur. Garbi menilai pujian terhadap Aalbers sebagai arsitek modern yang mampu menyesuaikan rancangan dengan iklim tropis Hindia Belanda sebagai sesuatu yang berlebihan, karena merancang bangunan yang nyaman disebutnya memang merupakan tugas seorang arsitek.
Pengumuman Esai Terpilih kali ini juga menandai hadirnya kategori Mahasiswa Bersuara. Jika pada bulan-bulan sebelumnya redaksi hanya memilih dua Esai Terpilih, maka pada Juni 2023 jumlahnya menjadi tiga dengan memasukkan satu esai dari Mahasiswa Bersuara.
Dari 40 esai yang masuk sepanjang Juni, redaksi menyebut sedikitnya ada 18 esai Mahasiswa Bersuara yang tayang. Pilihan Esai Terpilih untuk kategori tersebut jatuh pada tulisan Gladys Callista Natasha Tanusaputro, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung.
Gladys membahas isu terkait pernikahan, yakni konsekuensi hukum bagi seseorang yang mengingkari janji akan menikah. Dalam perspektif ilmu hukum, mengingkari janji perkawinan disebut sebagai perbuatan hukum yang dapat diselesaikan melalui pengadilan atau litigasi. Salah satu contoh kasus yang disebutkan terjadi pada AS dan SSL di Banyumas, yang berujung pada sanksi dan kewajiban membayar ganti rugi.
BandungBergerak.id menyatakan akan menghubungi para penulis esai terpilih untuk mengatur pengiriman sertifikat dan kenang-kenangan. Seluruh biaya pengiriman ditanggung bandungbergerak.id. Redaksi juga menyebut para penulis dapat berinisiatif menghubungi akun Instagram KawanBergerak atau nomor telepon 082119425310.

