Pertunjukan barongsai di kawasan Pecinan Welahan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, berlangsung meriah pada Selasa (3/3/2026). Dua barongsai berkeliling kawasan sekitar dua kilometer dengan iringan musik rebana yang berpadu dengan tambur.
Ratusan warga, dari anak-anak hingga orang dewasa, memadati area Klenteng Welahan sejak pukul 16.00 WIB untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Momen itu juga dimanfaatkan sebagian warga Muslim untuk ngabuburit sembari menunggu waktu berbuka puasa, mengingat perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.
Usai pertunjukan, Yayasan Pusaka Klenteng Welahan membagikan 250 porsi Lontong Cap Go Meh kepada warga yang menjalankan ibadah puasa.
Ketua Yayasan Pusaka Klenteng Welahan, Dicky Sugandi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka perayaan Cap Go Meh, yang menjadi puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Yayasan Pusaka Welahan.
“Hari ini itu puncak perayaan Imlek yang jatuh setiap tanggal 15 di penanggalan Imlek, sekaligus untuk menutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek dalam budaya Tionghoa,” kata Dicky saat ditemui di Klenteng Hok Tek Bio Welahan.
Dicky menambahkan, barongsai dengan iringan musik rebana sengaja dihadirkan sebagai wujud toleransi antarumat beragama. Ia menyebut, masyarakat di kawasan Pecinan Welahan tidak hanya didominasi umat Muslim, tetapi juga terdapat umat Kristiani.
Selain barongsai, rangkaian Cap Go Meh di Welahan juga diisi pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Pagelaran berlangsung pukul 10.00–16.00 WIB dan dilanjutkan pukul 22.00–04.00 WIB.
“Selain Barongsai yang diiringi rebana, kita juga ada pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Ini jadi cara kita untuk nguri-nguri budaya Jawa, sebagai wujud kerukunan antar umat beragama,” ujarnya.
Salah satu warga, Noya (16), asal Desa Ketilengsingole, Kecamatan Welahan, mengaku senang dapat menyaksikan pertunjukan tersebut. Ia menilai kegiatan itu bisa menjadi contoh toleransi beragama, terutama bagi generasi muda.
“Seru banget bisa ngabuburit sambil nonton Barongsai, terus tadi ada musik rebananya juga. Jadi wujud toleransi,” katanya. Sebagai warga Muslim, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

