KARANGASEM – Suasana Car Free Day di Jalan Veteran Jalur 11, Amlapura, Minggu (24/5/2026), tampak berbeda dari biasanya. Ribuan warga yang memadati kawasan tersebut tidak hanya berolahraga dan menikmati hiburan, tetapi juga memanfaatkan berbagai layanan administrasi yang dibuka langsung di ruang publik melalui Bazar Pelayanan Publik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem.
Program yang disebut sebagai yang pertama di Bali itu menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan beragam layanan dalam satu lokasi. Layanan yang tersedia antara lain pengurusan SIM, SKCK, Samsat, KTP, pelayanan perwalian, pengambilan barang bukti tilang, cek kesehatan gratis, hingga donor darah.
Kepala Kejaksaan Negeri Karangasem, Shinta Ayu Dewi, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari semangat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan pola yang lebih terbuka, cepat, dan mudah diakses. Menurutnya, bazar pelayanan publik merupakan wujud sinergi Kejari Karangasem bersama Pemerintah Kabupaten Karangasem dan Polres Karangasem untuk menghadirkan layanan langsung di tengah masyarakat.
“Ini bagian dari upaya kami mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara transparan dan humanis. Respons masyarakat sangat luar biasa dan antusiasmenya tinggi,” ujar Shinta Ayu Dewi di sela kegiatan.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata alias Gus Par, turut mengapresiasi langkah Kejari Karangasem. Ia menilai konsep pelayanan di ruang publik tersebut lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan menjadi simbol kuatnya kolaborasi antarinstansi.
“Ini bentuk kolaborasi yang sangat baik. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, minimal satu bulan sekali,” katanya.
Dukungan juga disampaikan Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika. Dalam kegiatan itu, kepolisian membuka layanan SKCK dan perpanjangan SIM secara gratis.
“Bukan hanya pelayanan, kegiatan ini juga menunjukkan sinergitas antara Pemda, Kejaksaan dan Polres Karangasem berjalan sangat baik,” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat menyambut positif kehadiran bazar pelayanan publik tersebut. Komang Geria, warga Desa Bugbug, mengaku terbantu karena dapat mengurus berbagai dokumen penting tanpa harus mendatangi banyak kantor pelayanan.
“Kegiatan seperti ini sangat memudahkan masyarakat. Semua layanan penting bisa diakses di satu tempat dan prosesnya juga lebih cepat,” ucapnya.