Pemerintah Provinsi Bengkulu meluncurkan program “Jalan Mulus” untuk memulihkan dan meningkatkan kualitas jalan provinsi di wilayahnya. Program ini menyasar 22 ruas jalan yang tersebar di sembilan kabupaten dan satu kota, dengan tujuan memperlancar mobilitas warga serta distribusi barang antarwilayah.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Bengkulu mengalokasikan anggaran hampir Rp600 miliar dari APBD 2025 untuk pembangunan dan peningkatan kualitas jalan sepanjang sekitar 172 kilometer. Pemerintah daerah menyebut alokasi tersebut sebagai anggaran infrastruktur jalan terbesar sepanjang sejarah otonomi daerah Bengkulu.
Menurut Pemprov Bengkulu, jalan provinsi berperan sebagai jalur utama yang tidak hanya menghubungkan wilayah administratif, tetapi juga menopang distribusi barang, akses masyarakat ke fasilitas pendidikan, serta layanan kesehatan rujukan. Kondisi jalan yang baik dinilai berdampak langsung pada efisiensi logistik dan daya saing ekonomi daerah.
Secara geografis, Bengkulu berada di pesisir barat Sumatera dan didominasi jajaran Bukit Barisan. Pemerintah daerah menilai tantangan konektivitas di wilayah ini dapat memengaruhi ketimpangan ekonomi, terutama ketika kerusakan jalan meningkatkan biaya logistik, membuat harga barang kurang kompetitif, dan memperlambat layanan publik.
Pemprov Bengkulu periode 2025–2030 menempatkan penguatan akses sebagai prioritas, dengan fokus pada perbaikan jalan provinsi sebagai tulang punggung mobilitas. Setelah sejumlah ruas strategis diperbaiki, pemerintah menyatakan waktu tempuh dan biaya operasional kendaraan dapat ditekan, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
Program “Jalan Mulus” juga dikaitkan dengan dukungan terhadap agenda nasional. Pemprov Bengkulu menyebut infrastruktur jalan yang mantap dibutuhkan untuk mendukung ketahanan pangan, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan. Distribusi alat dan hasil pertanian, pengembangan koperasi, serta akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan dinilai bergantung pada kelancaran jalur utama provinsi.
Di sektor kesehatan, Pemprov Bengkulu turut menyinggung penguatan layanan melalui distribusi ratusan unit ambulans gratis ke desa-desa. Pemerintah daerah juga menargetkan perwujudan Universal Health Coverage dengan menjamin BPJS gratis bagi masyarakat.
Selain program jalan, Pemprov Bengkulu menyampaikan rencana pembangunan lain, termasuk peningkatan infrastruktur Pelabuhan Pulau Baai, Bandara Fatmawati, dan kereta api, serta pembebasan lahan PTPN VII untuk pembangunan kawasan wisata. Pemerintah daerah juga menekankan penyelarasan pembangunan ekonomi pada sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, kelautan, pariwisata, dan pertambangan dengan mengutamakan hilirisasi berkelanjutan.
Untuk tahun berikutnya, Pemprov Bengkulu menyatakan dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui 21 program unggulan pada 2026. Salah satu prioritasnya adalah percepatan peningkatan kualitas jalan dan jembatan provinsi melalui Program Seribu Jalan Mulus, dengan alokasi anggaran infrastruktur jalan sebesar Rp477 miliar pada 2026.
Dampak perbaikan jalan disebut mulai dirasakan warga di beberapa lokasi. Di ruas Air Lang–Desa Apur serta Palak Curup–SP III Karang Baru, Kabupaten Rejang Lebong, masyarakat menyampaikan perbaikan jalan yang sebelumnya rusak dan berlubang selama puluhan tahun membantu aktivitas ekonomi dan mobilitas. Kepala Desa Air Lang Jumari serta Camat Binduriang Eliyenti menyatakan jalan yang kini lebih baik memudahkan kegiatan warga.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan pemerintah daerah menargetkan perbaikan seluruh jalan kewenangan provinsi, meski mengakui penyelesaiannya membutuhkan waktu dan anggaran besar. “Seluruh jalan kewenangan provinsi akan kita baguskan. Memang tidak bisa tuntas dalam setahun, setidaknya butuh Rp2,5 triliun dalam tiga tahun ke depan. Namun, kita mulai dengan optimisme,” ujarnya.

