Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap delapan jenis obat yang disebut paling sering dipalsukan dan beredar di pasaran. BPOM mengingatkan, obat palsu berbahaya karena dapat memicu keracunan hingga berujung kematian.
BPOM juga meminta masyarakat tetap waspada dan tidak membeli obat sembarangan, terutama melalui kanal penjualan online.
Adapun delapan obat yang menurut BPOM paling sering dipalsukan adalah:
1. Viagra.
2. Cialis.
3. Ventolin Inhaler.
4. Dermovate Krim.
5. Dermovate Salep.
6. Ponstan.
7. Tramadol Hydrochloride.
8. Hexymer (Trihexyphenidyl Hydrochloride).
BPOM menegaskan, penggunaan obat palsu membawa risiko serius bagi kesehatan masyarakat. Dalam keterangannya, BPOM menyebut obat palsu dapat menyebabkan keracunan dan kegagalan pengobatan karena kandungan tidak sesuai standar. Selain itu, obat palsu juga berisiko mengandung dosis yang tidak tepat sehingga meningkatkan risiko ketergantungan.
Risiko lain yang disoroti adalah resistansi obat yang membuat pengobatan menjadi tidak efektif. Dalam kondisi tertentu, penggunaan obat palsu, terutama dalam jangka panjang, dapat berujung pada kematian.
Selain dampak kesehatan, BPOM menyatakan peredaran obat palsu turut menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan.

