BERITA TERKINI
BPS: Partisipasi PAUD Usia 3–6 Tahun Naik Jadi 36,19% pada 2025

BPS: Partisipasi PAUD Usia 3–6 Tahun Naik Jadi 36,19% pada 2025

Masa usia 0–6 tahun kerap disebut sebagai periode emas (golden age) karena menjadi fase krusial bagi tumbuh kembang anak. Pada rentang usia ini, fondasi kemampuan kognitif, emosional, sosial, dan fisik anak mulai terbentuk. Karena itu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dipandang penting sebagai salah satu upaya memperkuat kesiapan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka partisipasi kasar (APK) PAUD untuk anak usia 3–6 tahun mengalami kenaikan pada 2025. Berdasarkan data yang disampaikan BPS melalui unggahan Instagram @bps_statistics, APK PAUD usia 3–6 tahun pada 2025 tercatat sebesar 36,19%, meningkat dibanding 2024 yang berada di angka 36,03%.

Selain itu, BPS juga memuat data yang lebih luas dengan menghitung proporsi anak usia 0–6 tahun yang pernah atau sedang mengikuti pendidikan prasekolah. Pada 2025, persentasenya tercatat 34,15%. Adapun 65,85% anak usia 0–6 tahun lainnya tercatat belum menjalani jenjang prasekolah.

Peningkatan partisipasi prasekolah dinilai sebagai sinyal positif karena menunjukkan upaya perluasan akses pendidikan prasekolah terus berjalan. Ke depan, angka partisipasi PAUD diperkirakan dapat terdorong seiring rencana kebijakan wajib belajar 13 tahun.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan pendidikan wajib dimulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA), dengan TK menjadi jenjang baru dalam skema tersebut. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan murid TK akan mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

“PIP yang selama ini dikhususkan untuk murid SD, SMP dan SMA mulai tahun depan akan diberikan untuk di tingkat Taman Kanak-Kanak,” ujar Abdul Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Rabu, 22 Oktober 2025.

Mu'ti belum merinci jumlah penerima PIP untuk jenjang TK. Namun, ia menyebut program wajib belajar 13 tahun akan didukung melalui kerja sama dengan Kementerian Desa. “Wajib Belajar 13 Tahun yang program itu kita targetkan untuk mulai tahun depan sudah kita laksanakan bekerja sama dengan Kementerian Desa,” katanya.

Kemendikdasmen juga telah menganggarkan PIP untuk 2026 sebesar Rp13,4 triliun. “PIP dengan alokasi anggaran Rp13,4 triliun untuk 18,5 juta siswa,” kata Mu'ti dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, Kamis, 4 September 2025.