BTS bersiap merilis album studio kelima bertajuk ARIRANG pada 20 Maret. Pengumuman ini menyusul kabar rencana tur global BTS periode 2026–2027 ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Album ARIRANG akan memuat 14 trek. Melalui album ini, BTS menyatakan ingin merangkum spektrum emosi yang muncul dalam berbagai fase kehidupan, seperti cinta dan kerinduan. Jungkook juga menyebut tiga hingga empat lagu dalam comeback tersebut disertai koreografi.
Judul album memantik rasa ingin tahu penggemar mengenai maknanya. “Arirang” sendiri merupakan lagu rakyat Korea yang memiliki hampir 4 ribu variasi dari sekitar 60 versi berbeda, dengan kesamaan pada refrain “arirang, arirang, arariyo.” Lagu ini diperkirakan berusia lebih dari 600 tahun dan kerap disebut memiliki tempat khusus dalam pembentukan identitas Korea.
Bagi masyarakat Korea, “Arirang” kerap dikaitkan dengan konsep “han”, yakni emosi kompleks yang memuat kesedihan mendalam, kerinduan, dan duka kolektif, namun juga berpadu dengan ketahanan dan harapan. Lagu ini juga menyinggung tema perpisahan, cinta yang hilang, tragedi, penderitaan, sekaligus ketekunan dan cinta yang mendalam terhadap bangsa. Karena itu, “Arirang” kerap dipandang lebih dari sekadar musik dan disebut sebagai lagu kebangsaan tidak resmi yang dikenal lintas wilayah dan generasi.
Sejumlah kajian linguistik menyebut “Arirang” menyimpan makna berlapis. Dalam bahasa Korea kuno, “ari” diartikan sebagai “cantik” dan “rang” sebagai “pengantin pria”, sehingga kerap diterjemahkan sebagai “kekasihku”. Catatan tertulis pertama yang diyakini mengenai “Arirang” disebut berasal dari Jeongseon, Provinsi Gangwon, dalam manuskrip tahun 1756.
Dalam sejarah modern Korea, “Arirang” juga digunakan sebagai simbol identitas nasional dan perlawanan, termasuk sebagai seruan semangat pada masa perjuangan kemerdekaan Korea di bawah pendudukan Jepang, terutama ketika upaya pemberantasan budaya Korea mencapai puncaknya. Lagu ini kemudian terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO melalui pengajuan Korea Selatan pada 2012 dan Korea Utara pada 2014.
Di kalangan ARMY, pemilihan ARIRANG sebagai judul album dinilai sebagai keputusan yang disengaja. BTS—yang beranggotakan V, RM, Jungkook, Jimin, Jin, J-Hope, dan Suga—selama karier globalnya kerap menonjolkan identitas Korea, mulai dari memasukkan alat musik tradisional dalam aransemen, memakai hanbok saat tampil, hingga membahas isu sosial Korea dalam lirik.
Album ARIRANG juga disebut menandai kembalinya BTS setelah hampir empat tahun vakum akibat wajib militer. Judul ini dinilai menyiratkan tema reuni, pulang kampung, dan pengalaman kolektif Korea, sejalan dengan cerita para anggota yang sempat terpisah dan kini kembali bersama.
Dalam proyek terbaru ini, BTS menyatakan seluruh anggota terlibat dalam penyempurnaan album, baik dari sisi aransemen maupun lirik, dengan ruang berekspresi bagi masing-masing personel untuk membentuk makna kolektif.
Meski demikian, album ini turut memunculkan pro dan kontra di kalangan penggemar. Sejumlah pihak mengkritik pemilihan judul-judul trek yang banyak menggunakan bahasa Inggris alih-alih Hangul. Selain itu, BTS juga melibatkan produser asing dalam pengerjaan ARIRANG, di antaranya Diplo, Pdogg, dan Ryan Tedder.

