BERITA TERKINI
Buleleng Education Expo 2026 Ditutup, Tarik Sekitar 5.000 Pengunjung dan Diharap Jadi Agenda Tahunan

Buleleng Education Expo 2026 Ditutup, Tarik Sekitar 5.000 Pengunjung dan Diharap Jadi Agenda Tahunan

Buleleng Education Expo (BEE) 2026 resmi ditutup Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Ketua Komisi IV DPRD Buleleng I Nyoman Sukarmen di Gedung Kesenian Gde Manik, Jumat (22/5/2026). Penutupan turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Selama tiga hari pelaksanaan, BEE 2026 menghadirkan 101 pementasan dan 54 pameran pendidikan yang melibatkan berbagai satuan pendidikan. Antusiasme masyarakat tercatat tinggi dengan total kunjungan sekitar 5.000 orang. Kegiatan ini juga dinilai memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi kreatif di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Wakil Bupati Gede Supriatna menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng yang kembali menggelar BEE setelah vakum selama delapan tahun. Ia menilai expo tersebut menjadi ruang strategis untuk menampilkan perkembangan dunia pendidikan di Buleleng sekaligus memperkuat identitas Singaraja sebagai kota pendidikan.

“Saya sangat senang kegiatan BEE ini kembali dilaksanakan di tahun 2026 ini. Dulu terakhir sekitar delapan tahun lalu dan sempat berhenti. Saya kemudian berkomunikasi dengan jajaran Disdikpora agar kegiatan BEE bisa kembali dilanjutkan karena dulu kegiatan ini sangat bagus dan sangat positif,” ujar Supriatna.

Menurutnya, meski baru kembali digelar, BEE 2026 berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana menampilkan kemajuan pendidikan di Kabupaten Buleleng.

“Karena ini adalah kegiatan yang positif untuk menampilkan kemajuan dan kondisi pendidikan kita di Kabupaten Buleleng, sangat perlu dilakukan ke depannya lagi. Kita juga bisa memberikan informasi terkait dunia pendidikan kepada lembaga pendidikan maupun siswa di sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Buleleng Ida Bagus Surya Bharata mengatakan BEE 2026 memadukan kegiatan edukatif dan kreatif. Selain pementasan dan pameran, agenda expo mencakup talk show “1 Keluarga 1 Sarjana”, lomba Best Practice Pembelajaran, serta layanan program Disdikpora Buleleng.

“Selama tiga hari, BEE menghadirkan 101 pementasan, 54 pameran pendidikan, talk show ‘1 Keluarga 1 Sarjana’, lomba Best Practice Pembelajaran, serta layanan program Disdikpora Buleleng. Dengan total kunjungan masyarakat mencapai sekitar 5.000 orang yang turut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi kreatif di sekitar lokasi expo,” jelasnya.

Pada penutupan BEE 2026 juga diumumkan pemenang lomba Best Practice Pembelajaran yang diikuti 266 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, BEE 2026 memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk pengakuan terhadap inovasi dan penyelenggaraan kegiatan pendidikan di Kabupaten Buleleng.