Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan pentingnya memperkuat gerakan sadar literasi di tengah derasnya arus informasi, terutama pada era media sosial. Menurutnya, kemampuan literasi menjadi kunci untuk membentuk masyarakat yang cerdas dan tidak mudah terpengaruh informasi keliru, termasuk berita bohong atau hoaks.
Pernyataan itu disampaikan Sadewo saat membuka Festival Literasi Banyumas (FesLitMas) 2025 di GOR Satria Purwokerto, Jumat (10/10/2025). Ia menyoroti maraknya informasi di media sosial yang berpotensi menyesatkan jika tidak disikapi dengan kemampuan literasi yang memadai.
Dalam kesempatan tersebut, Sadewo juga mengapresiasi inovasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Banyumas yang meluncurkan perpustakaan digital melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Banyumas, www.sibintanglima.banyumaskab.go.id, dengan tagline “Perpustakaane Inyong”. Melalui platform ini, masyarakat dapat mengakses berbagai koleksi buku secara daring tanpa perlu mendaftar dan tanpa biaya.
Sadewo mengatakan koleksi yang tersedia cukup lengkap, termasuk karya dari aparatur sipil negara (ASN). Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pegiat literasi yang dinilai terus berkontribusi dalam pengembangan budaya baca di Banyumas.
Sementara itu, Kepala Arpusda Banyumas Agus Anggraito menyampaikan bahwa angka literasi masyarakat Banyumas saat ini masih berada pada kategori sedang, yakni di bawah 80. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah layanan perpustakaan yang masih bersifat konvensional.
Agus menjelaskan peluncuran perpustakaan digital dilakukan untuk memperluas akses membaca bagi masyarakat. Selain menyediakan buku digital, Arpusda juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan Balai Bahasa untuk menghadirkan karya ilmiah, naskah kuno, serta ribuan jurnal yang dapat diakses secara daring. Melalui langkah tersebut, Arpusda menargetkan indeks literasi Banyumas dapat meningkat hingga di atas angka 80.

