BERITA TERKINI
Bupati Manggarai Barat Sebut Isu Monopoli Dapur MBG oleh Parpol sebagai Penggiringan Opini, Data Menunjukkan Keterkaitan dengan Kader Gerindra

Bupati Manggarai Barat Sebut Isu Monopoli Dapur MBG oleh Parpol sebagai Penggiringan Opini, Data Menunjukkan Keterkaitan dengan Kader Gerindra

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menuding adanya penggiringan opini publik terkait isu monopoli pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh partai politik tertentu di wilayahnya. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD ke-III Tahun 2025 pada 4 November, sebagaimana terekam dalam video yang beredar di media sosial.

Dalam rekaman berdurasi sekitar dua menit tersebut, Endi menyinggung minimnya peminat yang mendaftar sebagai mitra program. Ia menyebut dari rencana lebih dari 40 dapur umum dan dapur kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), jumlah pendaftar belum mencapai setengahnya. Ia juga menyebut beberapa kecamatan yang diklaim belum memiliki peminat, antara lain Sano Nggoang, Ndoso, Welak, dan Boleng.

Endi kemudian mendorong DPRD agar meneruskan informasi itu kepada masyarakat agar peluang kemitraan dapat dimanfaatkan sehingga layanan program bisa lebih cepat menjangkau warga. Ia mengatakan akses pendaftaran tersedia bagi siapa pun melalui portal Badan Gizi Nasional.

“Jadi, siapapun silakan mengecek di portal (Badan Gizi Nasional), diberi akses yang sama, yang berminat sangat diharapkan untuk memanfaatkan peluang ini,” kata Endi dalam pernyataannya.

Ia menambahkan, dengan terbukanya akses tersebut, “pada saatnya tidak ada lagi penggiringan bahwa dapur ini hanya dimonopoli oleh partai tertentu, orang tertentu.”

Namun, berdasarkan penelusuran fakta, tudingan Endi mengenai adanya penggiringan opini dinilai tidak sejalan dengan kondisi dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi di Manggarai Barat. Data yang dihimpun menunjukkan seluruh dapur yang telah berjalan saat ini dikelola oleh pihak-pihak yang disebut terafiliasi atau memiliki kedekatan dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Sejumlah contoh yang disebut dalam laporan sebelumnya antara lain SPPG Macang Tanggar yang tercatat dikelola Rivaldo Theobaldus Jehabut, anak Kanisius Jehabut, anggota DPRD Manggarai Barat dan kader Gerindra. Dapur itu bernaung di bawah Yayasan Bangkit Mulia Mabar yang diketuai Hironimus Suhardi, Sekretaris DPC Gerindra Manggarai Barat periode 2022–2027.

Yayasan yang sama juga menaungi SPPG lain di Golo Koe yang berlokasi di rumah Fidelis Sukur, anggota DPRD dari Gerindra. Selain itu, disebut pula SPPG Wae Mata yang dikelola Lusia Claudia Sabrina Beni, menantu Wakil Bupati Yulianus Weng. SPPG di Batu Cermin juga disebut dikelola Kosmas Semen Janggat. Weng dan Janggat sama-sama kader Gerindra.

Dalam keterangan wawancara, Weng menyebut bahwa tidak hanya kader Gerindra yang terlibat. Ia mengatakan beberapa titik dapur MBG yang akan segera beroperasi juga dikelola kader partai lain, termasuk Nasdem. Endi sendiri diketahui menjabat Ketua DPW Nasdem NTT.

Weng mencontohkan dapur di Mbuit, Kecamatan Boleng, yang disebut ditangani Wilhelmus Syukur, mantan anggota DPRD Manggarai Barat periode 2019–2024 dari Fraksi Nasdem. Ia juga menyebut dapur di Lembor dikelola adik dari Yopi Widiyanti, anggota DPRD yang juga Ketua DPC Nasdem Manggarai Barat.

Berdasarkan rangkaian data tersebut, pernyataan Endi yang menyebut isu monopoli dapur MBG oleh partai tertentu sebagai penggiringan opini dinilai keliru karena tidak selaras dengan fakta mengenai pengelola dapur yang sudah beroperasi. Penilaian ini menempatkan klaim tersebut sebagai informasi yang berpotensi menyesatkan persepsi publik.