BERITA TERKINI
BWB Expo 2026 Digelar di Sanur 4–6 Juni, Targetkan 150 Exhibitor dan 5.000 Pengunjung Profesional

BWB Expo 2026 Digelar di Sanur 4–6 Juni, Targetkan 150 Exhibitor dan 5.000 Pengunjung Profesional

Bali kembali dijadwalkan menjadi tuan rumah ajang industri wellness dan kecantikan internasional melalui The Second Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026. Pameran ini akan berlangsung pada 4–6 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Sanur Bali.

Managing Director BWB Expo, Dr. Diah Permana, mengatakan penyelenggaraan tahun 2026 menargetkan kehadiran sekitar 150 exhibitor serta 5.000 pengunjung profesional dari dalam dan luar negeri. Menurut Diah, Bali dinilai memiliki daya tarik kuat sebagai pusat wellness dunia sehingga BWB Expo 2026 dikurasi untuk mempertemukan pelaku industri global dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Target tersebut meningkat dibanding penyelenggaraan perdana pada 2025 yang mencatat lebih dari 3.000 pengunjung profesional, dengan 80 stan pameran dan 107 merek produk serta layanan wellness dan beauty.

Diah menjelaskan, penguatan BWB Expo 2026 sejalan dengan pertumbuhan ekonomi wellness global yang disebut telah bernilai USD 6,8 triliun dan diproyeksikan meningkat menjadi hampir USD 9 triliun pada 2029. Ia juga menilai Indonesia, khususnya Bali, memiliki modal budaya, alam, dan kearifan lokal untuk menjadi pemain utama di industri wellness Asia Pasifik.

Merujuk data Global Wellness Institute (GWI), Indonesia tercatat sebagai kontributor terbesar ekonomi wellness di Asia Tenggara dengan nilai sekitar USD 55,8 miliar, serta berada di peringkat tujuh kawasan Asia Pasifik.

Co-Founder BWB Expo, Ketut Jaman, menyebut penyelenggaraan tahun kedua ini diharapkan menjadi salah satu agenda andalan untuk menjaga popularitas Bali sebagai destinasi wisata kesehatan dan wellness. Ia mengatakan BWB Expo dirancang sebagai platform B2B dan B2C yang mempertemukan pelaku industri wellness selama tiga hari pelaksanaan, 4–6 Juni 2026.

Ketut juga menyampaikan bahwa ajang ini dimaksudkan sebagai ruang yang merepresentasikan keseimbangan kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual. Selain itu, ia menilai kegiatan ini menjadi implementasi arah kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata, yang mendorong Bali sebagai destinasi wisata wellness dan wisata kesehatan.

Dari sisi dukungan, penyelenggaraan BWB Expo 2026 disebut telah memperoleh endorsement Kementerian Pariwisata dan dinyatakan selaras dengan UU Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan yang menekankan pengembangan ekosistem pariwisata berkelanjutan. BWB Expo juga telah diperkenalkan di sejumlah forum internasional, antara lain ASEAN Travel Forum (ATF) 2026 di Cebu, Therapy World Tokyo, serta World Travel Market (WTM) London.

Project Director BWB Expo, Feri Agustian Soleh, menyatakan Kementerian Luar Negeri turut membantu promosi melalui jaringan KBRI dan KJRI untuk memperkuat positioning BWB Expo sebagai pameran internasional.

Selain pameran, BWB Expo 2026 dirancang sebagai platform Business-to-Business (B2B) melalui business matching, pertemuan B2B, diskusi industri, forum panel, dan workshop dengan pembicara nasional serta internasional. Di sisi Business-to-Consumer (B2C), penyelenggara menyiapkan konsep experiential marketing, demo produk, wellness activities, hingga pertunjukan seni budaya.

Feri menyebut penyelenggara menargetkan BWB Expo tidak hanya menjadi ajang pameran, melainkan ruang kolaborasi yang mendorong kemitraan konkret dan memperkuat rantai nilai industri wellness.

Penyelenggaraan BWB Expo 2026 juga menegaskan komitmen pada prinsip keberlanjutan, sejalan dengan meningkatnya perhatian global terhadap praktik industri yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial. Melalui ajang ini, penyelenggara berharap posisi Bali sebagai pusat industri wellness dan beauty internasional semakin menguat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.