BERITA TERKINI
Cargill Raih ISDA Gold Award Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

Cargill Raih ISDA Gold Award Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

Bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Cargill dianugerahi penghargaan Gold Award pada ajang Indonesia Sustainable Development Goals Awards (ISDA). Penghargaan ini diberikan atas kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda nasional pengelolaan sampah melalui Program Rumah Kompos 5R yang dijalankan di Gresik, Jawa Timur.

Program yang diluncurkan sejak 2022 tersebut mengusung pendekatan Reduce, Reuse, Recycle, Replant, dan Refuse (5R). Inisiatif ini berfokus pada pengolahan limbah organik masyarakat menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan lokal, sekaligus memperkuat praktik pemilahan sampah berbasis komunitas.

Sejak beroperasi, Program Rumah Kompos 5R mencatatkan pengolahan lebih dari 325.000 kilogram limbah organik. Jenis limbah yang dikelola antara lain arang sekam padi, kulit biji kakao, serta limbah organik basah lainnya.

Selain limbah organik, program ini juga menyalurkan lebih dari 19.000 kilogram sampah anorganik seperti kertas, plastik, dan logam ke sejumlah bank sampah untuk didaur ulang. Beberapa bank sampah yang disebutkan antara lain BSI Guyub Rukun dan BSI Samusi.

Kompos yang dihasilkan dari program tersebut telah melalui proses pengujian bekerja sama dengan institusi terkait untuk memastikan kualitas dan manfaatnya, baik untuk lahan percontohan maupun untuk digunakan masyarakat.

Ajang ISDA Gold Award diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development bekerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Badan Standardisasi Nasional. Penghargaan ini melengkapi apresiasi yang sebelumnya diterima perusahaan dari Bupati Gresik pada November 2025.

Wakil Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Mukhammad Muryono, menilai inisiatif tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sampah. “Inisiatif pengelolaan sampah Cargill di Gresik menunjukkan nilai besar dari kolaborasi lintas sektor. Melalui kolaborasi teknis dan pertukaran pengetahuan, kami berharap inisiatif serupa dapat terus mendukung upaya keberlanjutan jangka panjang serta pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Cargill Indonesia, Stephanie Sajuti, menyatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan di seluruh rantai pasoknya. “Inisiatif kami dirancang untuk mendukung prioritas nasional melalui kolaborasi yang praktis, sehingga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” ungkapnya.

Melalui model ekonomi sirkular yang diterapkan dalam program ini, Cargill menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat praktik penanganan sampah yang aplikatif di berbagai lokasi operasionalnya di Indonesia.