Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim memperlihatkan Iran menyerang konser musik terbesar di Israel dengan rudal balistik. Dalam narasi yang menyertai unggahan itu, disebutkan jumlah korban jiwa mencapai 87.000 orang.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyatakan klaim tersebut tidak benar. Video yang beredar dinyatakan hoaks dan diketahui merupakan konten yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Video dengan narasi “Sebuah Acara Konser Terbesar di Israel dih4ntam Oleh Rudal Balistik Iran. Diperkirakan 87 Ribu K0rb4n” dibagikan oleh sejumlah akun Facebook pada Jumat (6/3/2026).
Dalam penelusurannya, Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan pemberitaan kredibel yang mendukung klaim adanya serangan rudal balistik Iran ke sebuah konser musik di Israel pada awal Maret 2026.
Selain itu, video tersebut memperlihatkan tanda yang mengindikasikan konten dibuat secara sintetis. Di pojok kanan bawah video terdapat watermark “Veo”, yang menandakan video dihasilkan oleh Veo, model pembuat video milik Google berbasis perintah teks.
Untuk memverifikasi dugaan tersebut, Kompas.com juga melakukan pemeriksaan menggunakan Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan video itu memiliki probabilitas 97,9 persen dibuat dengan teknologi AI.
Dengan demikian, video yang diklaim menunjukkan serangan rudal balistik Iran ke konser musik terbesar di Israel dipastikan merupakan hoaks.

