Pemerintah Desa Purwasaba, Kabupaten Banjarnegara, menyiapkan dua agenda pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif pada 2026. Dua proyek yang dikerjakan adalah pembangunan wahana kereta mini dan pengembangan usaha ayam petelur di kawasan Objek Wisata Botanycal Garden Purwasaba.
Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho yang akrab disapa Hoho, mengatakan pembangunan arena kereta mini dilakukan dengan panjang rel sekitar 1 kilometer dan nilai anggaran Rp400 juta. Proyek ini dibiayai dari Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara pengembangan ayam petelur dilakukan melalui kerja sama dengan investor.
Menurut Hoho, kedua proyek tersebut mulai dikerjakan sejak awal Februari 2026. Untuk kereta mini, pekerjaan saat ini masih pada tahap pengecoran tiang landasan. Adapun pembangunan kandang ayam masih berada pada tahap persiapan pembuatan tiang pancang beton.
Hoho berharap kehadiran wahana kereta mini serta pengembangan ayam petelur dapat meningkatkan pendapatan desa sekaligus menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Ia menjelaskan, pengembangan ayam petelur diproyeksikan berkapasitas 50 ribu ekor dan akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 15 ribu ekor sedang dikerjakan, sedangkan tahap kedua sebanyak 35 ribu ekor direncanakan dikerjakan setelah Lebaran.
Hoho juga menyampaikan estimasi biaya pengembangan untuk 5.000 ekor ayam sekitar Rp1,2 miliar. Biaya tersebut mencakup pembuatan kandang, pengadaan bibit, pakan, serta pemeliharaan hingga produksi dalam kurun sekitar dua bulan.

