BERITA TERKINI
Dikdasmen PDM Jakarta Timur Susun Masukan Tujuh Isu Strategis Jelang Rakornas di Makassar

Dikdasmen PDM Jakarta Timur Susun Masukan Tujuh Isu Strategis Jelang Rakornas di Makassar

Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Formal (Dikdasmen PNF) PDM Jakarta Timur menggelar rapat persiapan pada Rabu (11/2/2026) untuk menghadapi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah di Makassar, 13–15 Februari 2026.

Rapat tersebut difokuskan pada penyusunan masukan atas tujuh isu strategis yang akan dibahas di tingkat nasional, mulai dari Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) hingga strategi pengembangan talenta unggul dan peningkatan daya saing lulusan. Forum ini juga menjadi ruang konsolidasi agar delegasi Jakarta Timur berangkat dengan agenda yang terstruktur dan berbasis pengalaman lapangan.

Sejumlah persoalan teknis dan kebijakan turut dirumuskan sebagai bahan intervensi dalam sidang-sidang Rakornas. PDM Jakarta Timur dijadwalkan diwakili oleh Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Harmonis, Ph.D, serta Wakil Sekretaris Drs. Dedi Iswantara, M.Pd.

Harmonis menilai pembekalan sebelum keberangkatan penting agar suara daerah tetap berpijak pada konteks lapangan. “Kami ingin memastikan setiap isu, dari SPMB sampai penguatan talenta unggul, dibahas dengan mempertimbangkan realitas sekolah di Jakarta Timur. Rakornas harus menjadi forum solusi,” ujarnya.

Rakornas Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah tahun ini dijadwalkan membahas sejumlah agenda strategis. Menteri Pendidikan Nasional yang juga Sekretaris PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Mukti, M.Pd, disebut akan hadir untuk memberikan pengarahan sekaligus membuka acara.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D, menyampaikan Rakornas menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarwilayah dalam pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan. “Rakornas Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah se-Indonesia dapat menjadi ruang berbagi praktik baik dan penguatan tata kelola AUM pendidikan di berbagai daerah, baik di wilayah barat, tengah, maupun timur Indonesia,” kata Didik.

Didik juga mengajak seluruh peserta menghidupkan kembali etos kerja Kiai Ahmad Dahlan melalui semangat bergerak, berilmu, dan beramal, serta menghadirkan pembaruan dan inovasi pendidikan yang berkemajuan.