Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (Dispar DIY) mencatat kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di wilayahnya tumbuh dan berkembang pesat. Keberadaan Pokdarwis dinilai mampu mengembangkan potensi pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian di daerah masing-masing.
Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo mengatakan pertumbuhan Pokdarwis di DIY saat ini sangat menggembirakan dan bahkan melampaui ekspektasi pemerintah. Hal itu ia sampaikan dalam acara penerimaan penghargaan lomba Pokdarwis 2019 Dispar DIY yang digelar di Desa Wisata Kelor, Bangunkerto, Turi, Kabupaten Sleman.
Berdasarkan data terakhir, jumlah Pokdarwis di DIY telah mencapai lebih dari 125 kelompok. Di dalamnya tercatat lebih dari 1.800 homestay dengan jumlah kamar lebih dari 3.800.
Singgih menilai capaian tersebut menunjukkan kuatnya peran sadar wisata dalam mendorong wilayah membangun ekosistem wisata berlandaskan Sapta Pesona. Menurutnya, salah satu hal penting yang perlu digarisbawahi adalah kemampuan Pokdarwis membangun infrastruktur dan lingkungan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan aspek “kenangan” sebagaimana salah satu unsur Sapta Pesona. Dengan menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan, peluang kunjungan berulang dapat meningkat.
Singgih menyebut data yang dihimpun menunjukkan lebih dari 50 persen wisatawan yang datang merupakan pengunjung yang kembali. Menurutnya, kesan baik dapat menjadi pemicu agar satu wisatawan membawa wisatawan lain. Karena itu, ia mendorong seluruh Pokdarwis di DIY untuk menghargai tamu agar kunjungan berikutnya dapat meningkat.
Di sisi lain, Singgih mengatakan Pokdarwis juga diharapkan mampu merespons permintaan pasar, mengingat saat ini masyarakat Asia dan Eropa mulai melirik ekowisata (ecotourism). Menurutnya, desa wisata menjadi sasaran yang relevan sehingga peluang tersebut perlu dimanfaatkan.
Namun, ia menegaskan bahwa menghadapi era ecotourism memerlukan persiapan. Selain penataan destinasi, perlu pembenahan infrastruktur dan fasilitas pendukung, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Dalam lomba tersebut, Pokdarwis Tlatar Seneng Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, keluar sebagai juara pertama. Koordinator Pengembangan Usaha Pokdarwis Tlatar Seneng Sambirejo, Kholiq Widiyanto, mengatakan tantangan terberat dalam pengelolaan Pokdarwis adalah mengubah pola pikir masyarakat.
Ia menjelaskan, tanpa contoh nyata dan hasil yang dirasakan, masyarakat cenderung sulit diajak terlibat, terlebih karena banyak warga setempat berprofesi sebagai penambang batu kapur.
Kholiq menyebut ke depan pengembangan destinasi wisata yang melibatkan masyarakat akan terus dilakukan. Ia mencontohkan keterlibatan warga dalam pengelolaan Tebing Breksi, yang menurutnya membuat tidak kurang dari 400 orang menggantungkan hidup dari objek wisata tersebut, baik sebagai pengelola, pedagang makanan, penyedia persewaan jip atau ATV, dan pekerjaan lainnya.

