Grup musik D’MASIV resmi beralih ke jalur independen dengan meluncurkan identitas baru di Halte Tosari, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026). Langkah ini ditempuh setelah band tersebut mengakhiri kontrak 20 tahun bersama Musica Studio’s, sekaligus menjadi bagian dari strategi untuk memperluas penetrasi ke pasar musik global.
Vokalis D’MASIV, Rian Ekky Pradipta, mengatakan pengakhiran kerja sama dengan Musica Studio’s dilakukan atas kesepakatan bersama dengan produser Indrawati Widjaja. Menurut Rian, pemisahan manajemen ini didorong oleh target komersial dan artistik D’MASIV untuk memperluas distribusi portofolio karya mereka ke luar negeri secara mandiri.
Transisi menuju entitas bisnis independen tersebut ditandai dengan penyegaran identitas visual. D’MASIV memperkenalkan logo baru berbentuk pesawat kertas yang dimaksudkan untuk merepresentasikan posisi merek mereka saat ini, sekaligus mengomunikasikan ambisi ekspansi pasar.
“Cukup panjang akhirnya kita bisa membuat atau menentukan logo baru. Bagi kami, logo menjadi semacam doa, menjadi karakter yang mencerminkan sebuah band,” kata Rian dalam konferensi pers peluncuran identitas baru.
Rian menjelaskan, pesawat kertas dipilih karena secara filosofis menggambarkan sesuatu yang sederhana namun mampu menjangkau jarak jauh. Visual itu juga disebut merepresentasikan perjalanan D’MASIV yang bermula dari sebuah gang di kawasan Ciledug, Jakarta, hingga kini menargetkan audiens skala global.
“Kita pengen kasih tahu ke orang-orang setiap manusia punya mimpi. Dan kita boleh bermimpi sejauh-jauhnya atau setinggi-tingginya. Meski kita berawal dari gang kecil, tapi kita ingin karya kita didengar oleh semua orang di dunia,” ujar Rian.
Langkah D’MASIV melepas status musisi label besar untuk mengelola kekayaan intelektual secara independen juga mencerminkan perubahan lanskap industri hiburan, seiring distribusi digital yang memungkinkan musisi dengan ekuitas merek mapan menjalankan model bisnis direct-to-market. Model ini memberi ruang bagi pemegang hak cipta untuk memegang kendali lebih besar atas manajemen royalti dan strategi pemasaran lintas negara.
Sebagai eksekusi awal dari upaya masuk pasar global, D’MASIV merilis single berbahasa Inggris berjudul On Our Own. Proses produksi lagu tersebut melibatkan Ryan Benyo, produser musik internasional yang tercatat pernah menangani proyek sejumlah musisi seperti Forest Blakk, Lisa Loeb, Parachute, Sheppard, The Aces, hingga Cory Wong.