JAKARTA — Setelah lebih dari dua dekade berkarya, D’Masiv memasuki fase baru dengan memilih berjalan sebagai band independen. Rian, Kiki, Why, Rama, dan Rai menyatakan keputusan itu diambil setelah berpamitan dengan label Musica Studios.
Langkah mandiri tersebut disebut menjadi capaian terbaru bagi kelimanya, sekaligus membuka ruang untuk bermimpi lebih jauh. Mereka menggambarkan perjalanan dari Ciledug menuju panggung yang lebih luas sebagai semangat yang ingin terus dibawa dalam era baru ini.
Seiring perubahan arah tersebut, D’Masiv memperkenalkan logo baru dengan ikon pesawat kertas. Menurut Rian, simbol itu dipilih karena sederhana namun bisa “terbang” ke mana saja, selaras dengan semangat band yang berangkat dari kesederhanaan dan ingin meraih mimpi-mimpi berikutnya. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers pada 20 Mei di Halte Tosari, Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, D’Masiv menyebut visi dan misi mereka kini semakin padu. Mereka juga menargetkan perluasan jangkauan pendengar melalui ekspansi global.
Upaya itu salah satunya dimulai dari penampilan di Amerika Serikat melalui ajang Musexpo 2025. Dari rangkaian proses tersebut, D’Masiv juga menyebut telah berkolaborasi dan membuat lagu bersama produser musik kelas dunia.
Hasilnya, mereka merilis single terbaru berjudul On Our Own yang ditujukan untuk pasar yang lebih luas. D’Masiv menilai ada eksplorasi baru dari sisi lirik maupun musik yang membedakan lagu itu dari diskografi mereka sebelumnya. Why menyebut eksplorasi juga terjadi pada warna musik dan proses mixing, meski benang merah pop khas D’Masiv tetap dipertahankan.
Meski mengusung rencana “go internasional”, D’Masiv menegaskan hal itu tidak dimaknai sebagai sepenuhnya berkarier di luar negeri. Mereka menyebut langkah tersebut sebagai ekspansi untuk memperluas cakupan pendengar di berbagai negara tanpa meninggalkan pasar Indonesia. Rian juga mengatakan perubahan musik mungkin membuat sebagian penggemar perlu beradaptasi, namun band tidak ingin terus mengulang hal yang sama.
Untuk menjangkau pendengar di luar negeri, D’Masiv menyiapkan tur di lima negara bertajuk D’Masiv Home Run Tour 2026. Tur itu direncanakan singgah di Malaysia, Singapura, Taiwan, Hong Kong, dan ditutup di Indonesia.
Dalam penyelenggaraannya, D’Masiv akan berkolaborasi dengan Antara Suara sebagai promotor. Dengan status independen, mereka berharap dapat merancang konser yang lebih terkonsep dan membahas detail produksi dengan lebih fleksibel.