Echovista, bagian dari kawasan terpadu Canggu Hills di Bali, diperkenalkan sebagai proyek vila residensial premium yang mengusung konsep wellness dan cozy living. Proyek ini diposisikan sebagai arah baru hunian modern yang menggabungkan kenyamanan, desain, serta nilai investasi jangka panjang.
Pengembangan Echovista disebut merespons menguatnya tren wellness living dan cozy living pada properti residensial, terutama di Bali. Pergeseran gaya hidup pascapandemi mendorong konsumen dan investor mencari hunian yang tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menawarkan ketenangan, kualitas hidup, dan keseimbangan dalam jangka panjang.
Kawasan Canggu dinilai menjadi salah satu area yang paling merasakan dampak tren tersebut. Lingkungan alami yang masih terjaga, ekosistem gaya hidup sehat, serta pertumbuhan infrastruktur menjadikan Canggu magnet bagi pengguna akhir maupun investor domestik dan internasional.
Direktur Marketing PT Asia Mas Realty, Kevin Daniel, menilai properti berbasis wellness memiliki daya tahan lebih kuat terhadap fluktuasi pasar, terutama di destinasi internasional seperti Bali. “Penyewa jangka menengah dan panjang, termasuk ekspatriat dan remote worker, cenderung memilih hunian yang mendukung kesehatan mental, dekat dengan fasilitas gaya hidup, dan nyaman untuk ditinggali dalam waktu lama. Itu sebabnya properti wellness-oriented memiliki tingkat okupansi yang lebih stabil,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1).
Menurut Kevin, salah satu keunggulan utama Echovista terletak pada konsep mature location. Proyek ini berada tepat di depan Outdoor Mall Canggu Hills, pusat komersial dan gaya hidup terbaru di kawasan Canggu. Lokasinya juga berada di jalan utama Canggu–Pererenan yang menghubungkan kawasan hunian dengan pantai, pusat kuliner, beach club, hingga destinasi wisata kelas dunia.
Echovista menawarkan empat tipe unit vila dengan luasan beragam, yakni Acacia, Bougainvillea, Daisy, dan Edelweiss. Seluruh unit dirancang dengan pendekatan kualitas hidup, termasuk ruang relaksasi privat, backyard yang fleksibel, serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan kenyamanan.
“Konsep yang kami bawa bukan sekadar desain, tetapi pengalaman tinggal. Setiap unit memiliki personal oasis dan ruang terbuka yang mendukung gaya hidup sehat dan tenang,” kata Kevin.
Proyek ini berada di dalam kawasan Canggu Hills yang dikembangkan di atas lahan sekitar 15 hektare. Pra-peluncuran disebut telah dilakukan pada pertengahan Januari 2026. Dari sisi desain, Echovista mengadopsi arsitektur modern futuristik dengan penekanan pada ruang terbuka, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara yang optimal.
Kevin menyebut konsumen segmen premium kini mencari hunian yang mampu menjawab fenomena urban fatigue. “Konsumen premium tidak lagi hanya melihat lokasi atau tampilan bangunan, tetapi pengalaman hidup secara menyeluruh. Dengan harga mulai Rp4 miliaran, produk ini sangat kompetitif untuk segmen premium residential villa di Canggu,” ujarnya.
Jumlah unit Echovista yang terbatas, yakni 35 unit, disebut mempertegas aspek eksklusivitas. Proyek ini juga menawarkan skema kepemilikan freehold dan leasehold, yang dinilai memberi fleksibilitas bagi pemilik untuk menjadikannya hunian pribadi maupun aset investasi jangka panjang.
Dari sisi prospek, kawasan Canggu dinilai tetap solid seiring menguatnya posisi Bali sebagai destinasi hunian dan investasi global. Permintaan hunian berkualitas disebut terus meningkat, didorong minat investor yang melihat Bali sebagai sumber passive income dan capital gain jangka panjang.
Canggu Hills disebut dikembangkan dengan perizinan lengkap dan kepastian hukum, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong kawasan hunian yang tertata dan berkelas. “Memasuki 2026, Canggu semakin matang sebagai kawasan hunian. Dengan pertumbuhan infrastruktur yang konsisten dan potensi capital gain sekitar 10 persen per tahun, kawasan ini tidak lagi sekadar destinasi wisata, tetapi pusat lifestyle living berkelanjutan,” pungkas Kevin.

