Setelah seharian berpuasa, tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup agar kembali terhidrasi. Selain minum air putih, konsumsi buah dengan kandungan air tinggi dapat membantu menggantikan cairan yang hilang sekaligus memasok nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan elektrolit.
Berikut empat buah yang dapat menjadi pilihan saat berbuka puasa.
1. Semangka
Semangka dikenal sebagai salah satu buah dengan kandungan air tertinggi. Mengutip Healthline, semangka mengandung sekitar 92% air dari beratnya. Dalam porsi sekitar 432 gram, semangka disebut mengandung hingga 395 mililiter air, hampir setara dua gelas air minum.
Selain membantu hidrasi, semangka juga mengandung likopen, vitamin A, vitamin C, serta kalium. Kandungan kalium dinilai membantu mengisi kembali elektrolit yang hilang selama berpuasa.
2. Melon (terutama cantaloupe)
Melon, khususnya jenis melon oranye atau cantaloupe, juga dapat menjadi pilihan saat berbuka. Buah ini memiliki tekstur lembut, rasa manis, dan kandungan air yang tinggi. Dalam takaran satu cangkir atau sekitar 160 gram, melon mengandung sekitar 90% air.
Melon juga kaya vitamin A, yang disebut berperan dalam mendukung kesehatan sistem imun dengan membantu melindungi tubuh dari infeksi. Melon dapat dinikmati langsung, dicampurkan ke dalam es buah, atau disajikan bersama yogurt.
3. Stroberi
Stroberi memiliki kandungan air yang tinggi dan rasa segar yang dapat membantu membangkitkan selera makan saat berbuka. Menurut Healthline, stroberi mengandung sekitar 91% air dari beratnya, sehingga berkontribusi pada asupan cairan harian.
Selain itu, stroberi mengandung serat, antioksidan, vitamin C, folat, dan mangan. Kandungan antioksidannya disebut dapat membantu mengurangi peradangan serta meningkatkan jumlah bakteri baik di saluran pencernaan, yang bermanfaat setelah sistem pencernaan beristirahat selama jam-jam puasa. Stroberi bisa dikonsumsi langsung atau dijadikan campuran es buah, serta dipadukan dengan oatmeal dan granola.
4. Jeruk
Jeruk menjadi salah satu buah yang banyak dipilih karena mudah ditemukan dan terjangkau. Buah ini mengandung sekitar 86–87% air dari beratnya. Jeruk juga kaya vitamin C dan kalium yang disebut mendukung fungsi imun serta kesehatan jantung.
Selain itu, jeruk mengandung antioksidan flavonoid yang dapat membantu mengurangi peradangan. Serat alaminya juga disebut dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam darah, sehingga energi setelah berbuka terasa lebih stabil.
Mengutip Cleveland Clinic, dokter spesialis penyakit dalam Dr. Jaclyn Railsback menyampaikan bahwa buah seperti jeruk termasuk pilihan yang baik untuk membantu hidrasi, namun tidak menggantikan kebutuhan air putih secara keseluruhan. Konsumsi air putih tetap perlu dilakukan sepanjang malam hingga sahur. Bagi yang memiliki masalah pencernaan, konsumsi jeruk secara langsung saat berbuka disarankan untuk dibatasi atau dihindari.
Keempat buah tersebut dapat menjadi pelengkap menu berbuka untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi setelah berpuasa. Meski demikian, asupan air putih tetap menjadi bagian penting untuk menjaga hidrasi tubuh.

