Film biografi Teresa akan menghadirkan Noomi Rapace sebagai Bunda Teresa dalam drama yang disutradarai Teona Strugar Mitevska dan ditulis bersama Elma Tataragic. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Prancis pada 3 Desember 2025.
Berlatar tahun 1948 di Kalkuta, kisahnya berfokus pada tujuh hari krusial ketika Bunda Teresa bersiap meninggalkan biara untuk mendirikan ordo Misionaris Cinta Kasih. Dalam periode yang menentukan itu, ia digambarkan menghadapi keraguan, keyakinan, dan kesendirian, sambil berupaya mendamaikan ketaatan religius dengan panggilan spiritualnya. Di sekelilingnya hadir para suster pertama serta tokoh-tokoh lokal yang membantu membuka jalan bagi karya yang kelak berskala universal.
Melalui sudut pandang intim, Teresa mengikuti pergulatan seorang perempuan antara institusi dan suara nuraninya, di India pascakemerdekaan yang ditandai kemiskinan sekaligus semangat. Film ini memotret sosok yang pada akhirnya dikenal luas sebagai ikon dunia.
Teresa diputar sebagai film pembuka di Mostra de Venise 2025 dan disebut menandai kembalinya Teona Strugar Mitevska ke panggung internasional. Proyek ini juga melanjutkan ketertarikan sang sutradara pada tokoh-tokoh perempuan yang menjalani komitmen besar.
Sebelumnya, Mitevska telah menyinggung kehidupan Bunda Teresa lewat film dokumenter Teresa and Me, yang memuat kesaksian empat suster terakhir Missionaries of Charity. Pengalaman tersebut disebut membantunya mendekati sosok Bunda Teresa secara lebih personal, terlebih karena keduanya lahir di Skopje, Makedonia Utara.
Meski cerita berlokasi di Kalkuta, proses syuting sebagian besar dilakukan di Belgia, termasuk di biara Aulne (Thuin), Saulchoir (Kain), dan Brussel. Teresa menjadi film berbahasa Inggris pertama Mitevska. Film ini diproduseri Sébastien Delloye, kolaborator tetapnya sejak Dieu existe, son nom est Petrunya, serta kembali melibatkan aktris sekaligus produser Labina Mitevska yang tampil di seluruh film panjangnya.
Untuk mendalami peran, Noomi Rapace melakukan riset tentang kehidupan Bunda Teresa dengan membaca teks-teks religius dan buku-buku mengenai India pada 1940-an. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun interpretasi yang bertumpu pada spiritualitas dan kompleksitas karakter.
Film ini ditujukan bagi penonton yang menyukai biopik sejarah dan kisah spiritual, dengan penekanan pada tema keraguan, iman, dan kekuatan batin—serta menyoroti pekan ketika Bunda Teresa digambarkan menjadi sosok di balik ikon yang dikenal dunia.

