Film pendek populer di platform Noice, Keluarga Suami adalah Hama, bersiap diadaptasi menjadi film layar lebar. Proyek ini digarap Umbara Brothers Film bersama CV MS Studio, dengan Anggy Umbara didapuk sebagai sutradara.
Versi film pendek karya Aditya Santana sebelumnya dikenal luas di media sosial karena mengangkat dinamika rumah tangga dan relasi keluarga dari sudut pandang perempuan. Cerita tersebut disebut menarik perhatian ratusan juta impresi sejak dirilis, berkat gaya penceritaan yang tajam, jujur, dan dekat dengan realitas masyarakat.
Dalam adaptasi layar lebarnya, kisah ini akan dibawa dengan pendekatan sinematik yang lebih mendalam dan emosional. Film menyoroti batas antara cinta, realitas, dan harga diri seorang perempuan di tengah tekanan keluarga suami yang dinilai terlalu mendominasi.
Cerita berfokus pada pasangan suami-istri Damar dan Intan yang digambarkan berada dalam situasi “sandwich generation”. Keduanya menghadapi tekanan ekonomi dari berbagai arah karena memikul tanggung jawab menghidupi orang tua, diri sendiri, serta adik-adik yang belum mandiri. Tekanan tersebut perlahan memicu persoalan-persoalan dari pihak keluarga suami yang kian menggerogoti kehidupan mereka.
Film ini dibintangi Omar Daniel dan Raihaanun sebagai pasangan muda, serta Meriam Bellina sebagai sosok mertua yang menjadi teror dari sudut pandang menantu perempuan. Kombinasi tiga aktor lintas generasi ini disebut menghadirkan kekuatan emosi dan karakter masing-masing.
Anggy Umbara menyebut film ini sebagai kisah tentang perempuan yang berjuang mempertahankan pernikahan di bawah tekanan hubungan keluarga yang tidak sehat. “Ini bukan hanya drama keluarga ini sebuah cermin sosial,” ujar Anggy Umbara.
Saat ini, Keluarga Suami adalah Hama disebut tengah memasuki tahap produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 2026.

