BERITA TERKINI
Hai Phong Matangkan Rencana Jadi Kota Musik, Seniman Usulkan Pusat Pertunjukan dan Festival Ikonik

Hai Phong Matangkan Rencana Jadi Kota Musik, Seniman Usulkan Pusat Pertunjukan dan Festival Ikonik

Pemerintah Kota Hai Phong, Vietnam, menggelar pertemuan dengan hampir 100 seniman dan penyelenggara acara untuk menyerap masukan terkait rencana menjadikan Hai Phong sebagai kota musik. Pertemuan berlangsung pada 3 Maret di Teater Hoa Phuong dan dipimpin Ketua Komite Rakyat Kota Hai Phong, Le Ngoc Chau, bersama jajaran pimpinan Komite Rakyat serta Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.

Forum tersebut membahas proyek pengembangan Hai Phong menjadi kota musik untuk periode 2026–2030 dengan visi hingga 2045. Targetnya adalah mendukung upaya Hai Phong bergabung dengan Jaringan Kota Kreatif UNESCO. Konferensi ini juga disebut sebagai langkah untuk mengkonkretkan Resolusi No. 80-NQ/TW tertanggal 7 Januari 2026 dari Politbiro mengenai pengembangan budaya Vietnam.

Le Ngoc Chau menekankan pertemuan itu bukan sekadar diskusi tentang satu proyek, melainkan kesempatan bagi kota untuk menunjukkan keterbukaan, mendengarkan pandangan para seniman, serta membangun aspirasi bersama menjadikan Hai Phong sebagai kota musik. Ia menilai fase pembangunan baru menuntut pertumbuhan cepat yang tetap berkelanjutan, lengkap, dan mendalam, dengan budaya sebagai fondasi serta sumber daya endogen.

Berdasarkan draf rencana yang dibahas, Hai Phong menargetkan pengembangan ekosistem musik yang komprehensif pada 2030 dan secara bertahap memantapkan diri sebagai kota musik. Musik diposisikan sebagai “infrastruktur lunak” kota kreatif, yang diharapkan berkontribusi pada pengembangan industri budaya, pariwisata, ekonomi, serta pembentukan masyarakat Hai Phong yang beradab, manusiawi, dan memiliki kekhasan.

Dalam konferensi itu, peserta membahas lima bidang utama, yakni penguatan nilai dan identitas musik Hai Phong; perbaikan mekanisme dan kebijakan; pembangunan ekosistem musik; pengembangan acara-acara ikonik; serta pencarian, pelatihan, dan penarikan talenta.

Sejumlah seniman menilai Hai Phong memiliki modal untuk menjadi kota musik, antara lain tradisi musik revolusioner dan kekayaan lagu rakyat seperti Cheo, Ca Tru, Hat Van, dan Hat Dum. Mereka juga menyoroti keberagaman seniman—baik komposer maupun penampil—lintas generasi, serta antusiasme masyarakat setempat terhadap seni sebagai fondasi membangun ekosistem musik yang khas.

Proyek kota musik dinilai sebagai langkah tepat waktu di tengah tren global industri budaya. Selain dipandang sebagai program pengembangan budaya, rencana tersebut juga disebut dapat menjadi kesempatan bagi Hai Phong untuk memposisikan ulang citra perkotaan melalui identitas kreatif.

Dalam sesi usulan, perwakilan Asosiasi Musik Hai Phong mengajukan gagasan pendirian “Rumah Komposer Musik Hai Phong” sebagai ruang profesional untuk kreativitas dan pertukaran bagi musisi serta produser muda. Sementara itu, pelaku industri seni pertunjukan menginginkan mekanisme yang transparan dan efisien terkait prosedur, infrastruktur, dan keamanan agar mampu menarik program seni berskala besar.

Berbagai saran juga mengarah pada penyelenggaraan agenda tahunan seperti Festival Musik Internasional Hai Phong, Festival Laut–Musik–Cahaya, dan kegiatan lain untuk membentuk merek acara yang unik.

Seniman Rakyat Tran Nhuong menekankan pentingnya fokus pada infrastruktur pertunjukan dan ruang kreatif. Ia mengusulkan perencanaan Pusat Seni Pertunjukan Musik berskala besar berstandar internasional, serta pengembangan “ruang musik komunitas” di alun-alun, taman, pelabuhan, dan kawasan perkotaan baru.

Ia juga menyarankan pengembangan kawasan musik jalanan pada akhir pekan untuk membangun identitas pariwisata malam Hai Phong. Di sisi lain, Tran Nhuong menilai penemuan dan pelatihan bakat perlu diperkuat melalui pendidikan musik di sekolah menengah, termasuk kerja sama dengan akademi seni besar untuk membuka cabang atau menyediakan program pelatihan khusus.

Menurutnya, insentif investasi diperlukan bagi pelaku usaha industri musik, termasuk dukungan bagi perusahaan rintisan inovatif di bidang produksi musik dan konten digital. Ia juga mengusulkan pembentukan Dewan Pengembangan Industri Musik Kota. “Hai Phong tidak dapat membangun kota musik hanya berdasarkan emosi,” ujarnya. Ia menambahkan, “Musik bukan hanya untuk didengarkan. Musik adalah cara sebuah kota menceritakan kisahnya kepada dunia.”

Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Hai Phong, Le Trung Kien, menyampaikan apresiasi atas kontribusi para seniman. Pemerintah kota, kata dia, berkomitmen mempertimbangkan seluruh usulan, menyempurnakan rencana, serta melanjutkan kerja mendalam dengan kelompok ahli guna merinci solusi dan memastikan kelayakan dalam pelaksanaan.