BERITA TERKINI
Hari Musik Nasional 9 Maret 2026: Perdebatan Tanggal Lahir W.R. Soepratman hingga Lahirnya "Indonesia Raya"

Hari Musik Nasional 9 Maret 2026: Perdebatan Tanggal Lahir W.R. Soepratman hingga Lahirnya "Indonesia Raya"

Peringatan Hari Musik Nasional jatuh pada 9 Maret. Penetapan tanggal tersebut berkaitan dengan sosok Wage Rudolf (W.R.) Soepratman, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.

Namun, penentuan 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional sempat memunculkan perdebatan. Hari Musik Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013 dengan dasar tanggal lahir W.R. Soepratman. Setelah itu, muncul perbedaan informasi yang menyebut W.R. Soepratman lahir pada 19 Maret 1903.

Pada 2024, pihak keluarga kemudian meluruskan bahwa tanggal lahir W.R. Soepratman yang benar adalah 9 Maret 1903, bukan 19 Maret 1903.

Dalam catatan perjalanan hidupnya, W.R. Soepratman disebut lahir di Jatinegara pada 9 Maret 1903. Ia bersekolah di Boedi Oetomo (Batavia) pada 1909. Pada 1914, ia pindah ke Makassar mengikuti kakaknya, Roekijem Soepratijah, dan kakak iparnya, Willem van Eldik.

Di Makassar, ia menambahkan nama “Rudolf” agar dapat diterima di sekolah Belanda, ELS (Europese Lagere School). Setelah dikeluarkan dari sekolah tersebut, ia melanjutkan pendidikan di sekolah Melayu. Bakat musiknya mulai terlihat dari kegemarannya bermain gitar dan biola. Willem van Eldik memberikan biola serta mengajarkan cara memainkannya.

Pada 1917, W.R. Soepratman menamatkan sekolah Melayu dan melanjutkan sekolah malam untuk belajar bahasa Belanda. Ia kemudian lulus ujian Klein Ambtenaar Examen pada 1919 dan melanjutkan pendidikan ke Normaalschool (sekolah guru). Pada 1923, ia bekerja sebagai guru di Sekolah Angka 2.

Tahun 1924 menjadi salah satu fase penting. Ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pada tahun yang sama, “Indonesia Raya” disebut mulai lahir sebagai karya ciptaannya.

“Indonesia Raya” diciptakan pada 1924 dan pertama kali diperkenalkan secara instrumental menggunakan biola pada 28 Oktober 1928, dalam Kongres Pemuda II di Batavia (Jakarta). Sementara itu, teks “Indonesia Raya” pertama kali dipublikasikan oleh surat kabar Sin Po. Lagu tersebut kemudian disebut menjadi salah satu titik kelahiran pergerakan nasionalis di berbagai wilayah Nusantara.

Setelah beberapa kali mengalami perubahan, “Indonesia Raya” diputar dalam upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, seusai pembacaan Teks Proklamasi oleh Presiden Soekarno.

Dalam peringatan Hari Musik Nasional 9 Maret 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Senin (9/3/2026) menyampaikan harapan agar musisi Indonesia terus maju dan karya-karyanya dapat menghidupi keluarga hingga masa tua.

“Selamat Hari Musik Nasional 9 Maret 2026. Maju terus musisi Indonesia. Terima kasih atas semua karya indah yang tercipta. Semoga setiap karya bisa menghidupi keluarga hingga masa tua,” tulis unggahan tersebut.