JAKARTA — Harry Styles mengungkap pergulatan batin yang ia alami di tengah popularitasnya, termasuk tekanan selama tur dunia dan pertanyaan tentang makna kontribusinya sebagai musisi.
Mantan personel One Direction itu mengatakan ia kerap dihantui perasaan asing saat berada dalam hiruk-pikuk tur. Di satu sisi ia mengaku mendapat banyak energi dari penggemar, namun di sisi lain ia merasakan kekosongan personal ketika berhadapan dengan sistem penghargaan dan kekaguman yang begitu keras.
“Sesuatu yang sering saya perjuangkan, di tengah tur, adalah perasaan tidak yakin tentang apa yang saya berikan, tidak yakin tentang apa yang saya kontribusikan untuk dunia. Terutama ketika sistem penghargaan dan kekaguman yang Anda terima terasa begitu keras,” ujar Styles, dikutip Runner’s World via NME, Rabu, 4 Maret.
Ia melanjutkan, “Jelas saya mendapatkan begitu banyak energi dari sini. Orang-orang memberi saya begitu banyak, yang sangat saya hargai. Tapi apa yang saya kontribusikan? Terkadang saya merasa sangat eksistensial tentang hal itu.”
Selain itu, Styles menyoroti konsekuensi lain dari menjadi figur publik, yakni hilangnya privasi untuk mengamati sekitar. Menurutnya, seniman semestinya berada pada posisi sebagai pengamat dunia. Namun popularitas membuat peran itu berbalik, dari mengamati menjadi terus-menerus diamati, yang ia nilai dapat mempersulit proses kreatif.
Dalam kesempatan yang sama, Styles juga membahas arah musikalitas untuk album barunya. Ia disebut beralih ke musik elektronik dengan inspirasi dari budaya klub malam di Berlin. Sejumlah nama produser dan musisi seperti Floating Points, Jamie XX, hingga DJ tekno Jerman Ben Klock disebut sebagai pengaruh.
Styles menyatakan perubahan itu berkaitan dengan keinginannya menciptakan pengalaman musik yang imersif dan kolaboratif, bukan sekadar menempatkan dirinya sebagai pusat perhatian di atas panggung.
“Saya ingin menciptakan kembali apa yang saya rasakan di lantai dansa, tersesat dalam instrumentasi dan musikalitas. Saya tidak ingin itu terasa seperti khotbah yang saya sampaikan. Saya ingin rasanya seperti kita berada dalam musik ini bersama-sama. Seperti saya ada di dalamnya bersamamu,” tuturnya.
Ia menambahkan, setelah sebuah karya dirilis ke publik, karya itu tidak lagi sepenuhnya tentang dirinya. Styles mengaku menemukan kebebasan ketika menyadari perannya adalah menjadi manusia yang terus merekam kehidupan melalui pertanyaan-pertanyaan, bukan memberi jawaban mutlak. Baginya, pertanyaan selalu lebih menarik daripada jawaban.

