BERITA TERKINI
Ika Yuliana Pilih Jadi Fisioterapis Keliling, Tekankan Pentingnya Pijat Bayi oleh Tenaga Terlatih

Ika Yuliana Pilih Jadi Fisioterapis Keliling, Tekankan Pentingnya Pijat Bayi oleh Tenaga Terlatih

Ika Yuliana, S.Fi, memilih menjalani profesinya sebagai fisioterapis keliling dengan layanan homecare untuk bayi. Selama kurang lebih 10 tahun, ia menekuni massage bayi tanpa membuka praktik klinik maupun bekerja di klinik, dengan mendatangi pelanggan satu per satu.

Menurut Ika, pijat bayi sebaiknya dilakukan oleh terapis dengan pendidikan yang relevan. Ia menjelaskan perbedaan pijat bayi tradisional dan pijat bayi oleh fisioterapis terletak pada pendekatan penanganannya. “Jika pijat dilakukan oleh fisioterapis, tentu lebih tertangani secara anatomi dan fisiologis. Ini karena para fisioterapis mengikuti disiplin ilmu yang sudah ditempuh melalui jenjang pendidikan. Sedangkan pijit tradisional dilakukan oleh seseorang yang keahliannya diperoleh secara otodidak,” kata Ika saat diwawancarai pada Selasa (1/8/2023).

Ika menilai massage bayi bermanfaat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang. Ia menyebut, pemahaman lama yang menganggap pijat bayi hanya untuk menghilangkan lelah tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, pijat bayi juga dapat membantu mendeteksi kemungkinan gangguan tumbuh kembang yang tidak sesuai tahapan usia. Bila ditemukan kondisi tersebut, Ika menekankan perlunya stimulasi yang tepat agar bayi dapat melalui tahapan tumbuh kembang secara optimal.

Dengan pengalaman satu dekade, Ika mengaku telah memiliki ratusan pelanggan. Sebagian besar pelanggan datang melalui rekomendasi dari orang terdekat yang merasa puas dengan layanan yang diberikan.

Dalam praktiknya, Ika menyatakan tidak semua kondisi cukup ditangani dengan terapi saja. Ia juga memberikan edukasi kepada orang tua, termasuk latihan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. “Ada beberapa case yang memerlukan treatment khusus. Yang diberikan kepada bayi yang mengalami gangguan tumbuh kembang adalah fisioterapi dan memberikan treatment (tergantung kondisinya). Juga memberikan edukasi dan memberikan latihan untuk exercise secara mandiri di rumah,” ujarnya.

Salah satu masalah yang kerap ditemui pada bayi, kata Ika, adalah torticollis atau tengeng. Kondisi ini, menurutnya, banyak disebabkan oleh kesalahan posisi saat tidur, terutama ketika posisi bayi jarang diubah sehingga memicu pemendekan otot pada leher. Karena itu, edukasi kepada orang tua dinilai penting agar mereka dapat melatih anak dan mendukung proses tumbuh kembangnya.

Ika menyampaikan fisioterapi bayi dapat dimulai setelah pusar bayi puput dan dapat dilakukan rutin, misalnya seminggu sekali. Ia juga menilai fisioterapi berperan sebagai upaya deteksi dini sekaligus optimalisasi perkembangan motorik kasar pada bayi, yang menurutnya dapat membantu mencegah terjadinya stunting.