Dominasi K-pop di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dinilai mulai menurun seiring menguatnya musik Indo Pop di tangga lagu. Pengamat musik Buddy Ace menilai pergeseran ini terlihat dari data Spotify Daily Charts, yang menunjukkan sejak 2024 Indo Pop perlahan menggeser K-pop di daftar lagu terpopuler di Indonesia, bahkan juga terjadi di Malaysia.
Menurut Buddy, perubahan selera musik masyarakat Indonesia dipengaruhi berbagai faktor. Ia menyebut peningkatan kualitas musisi Indonesia sebagai salah satu pendorong, diikuti perubahan perilaku generasi muda, peran algoritma digital, kejenuhan terhadap musik global tertentu, serta pengaruh platform media sosial seperti TikTok.
Buddy menekankan bahwa TikTok berperan besar mengubah cara sebuah lagu menjadi populer. Ia mengatakan, bila sebelumnya sebuah lagu perlu melalui “validasi” radio, televisi, dan dukungan label besar untuk menjadi hit, kini potongan lirik yang dianggap relevan dapat menyebar luas dan meledak dengan sendirinya.
Ia menilai karakter Indo Pop selaras dengan kultur pengguna TikTok di Indonesia, yang kerap lekat dengan nuansa galau, reflektif, romantis, dan puitis. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat lagu-lagu lokal lebih mudah viral secara organik karena terasa dekat dengan pengalaman personal pendengar, khususnya generasi Z.
Buddy juga menyebut kedekatan emosional sebagai salah satu faktor terbesar yang membuat dominasi K-pop di Indonesia melemah. Dalam konsumsi sehari-hari, kata dia, banyak anak muda mendengarkan musik untuk merasa dipahami dan menemukan representasi dari perasaan mereka.
“Hubungan emosional antara lagu, bahasa, pengalaman hidup, dan realitas sosial pendengar Indonesia jauh lebih kuat ketika dibawakan dalam konteks lokal Indonesia sendiri,” ujarnya. Buddy menggambarkan kedekatan itu dengan ungkapan yang populer di kalangan generasi Z: “lagu ini gue banget.”
Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia dinilai membuat emosi dalam lagu lebih mudah diterima. Buddy mencontohkan lirik sederhana seperti “Aku kehilangan kamu” yang, menurutnya, dapat langsung memicu memori dan pengalaman personal pendengar sehingga terasa lebih intim.