Dominasi K-pop di Asia Tenggara mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan setelah bertahun-tahun memimpin tangga lagu, budaya fandom, dan percakapan digital. Perubahan arah ini terlihat di sejumlah pasar, termasuk Indonesia dan Malaysia, seiring menguatnya musik lokal dan regional di platform streaming.
Di Indonesia, musik Indo Pop disebut berhasil mengambil alih perhatian pendengar dan menggeser dominasi K-pop pada tangga lagu harian Spotify. Sejak 2024, lagu-lagu pop Indonesia—terutama balada emosional dan lagu cinta bernuansa mellow—kian mendominasi Spotify Daily Charts serta berbagai platform digital lainnya.
Ketertarikan pendengar Indonesia dinilai mengarah pada musik yang dekat dengan pengalaman emosional, bahasa, dan budaya. Kesuksesan lagu pop Indonesia juga menunjukkan bahwa kedekatan emosional mampu menggeser prestise yang selama ini melekat pada artis internasional.
Tren serupa juga terlihat di Malaysia. Berdasarkan Daily Chart Spotify di pasar Malaysia, performa streaming Indo Pop dilaporkan lebih tinggi dibandingkan K-pop. Kedekatan bahasa dan kultur dinilai membuat musik Indonesia lebih mudah diterima oleh pendengar muda Malaysia, meski pop Melayu disebut tetap memiliki pengaruh besar di negara tersebut.
Sementara itu, perubahan lanskap musik di Asia Tenggara juga tercermin di Thailand. Kebangkitan T-pop dan Thai hip-hop disebut turut mengurangi dominasi K-pop, dengan Bangkok berkembang sebagai pusat tren anak muda beridentitas lokal. Unsur fashion, musik jalanan, dan citra pop modern yang sebelumnya identik dengan Korea Selatan dinilai mulai direplikasi dalam versi Thailand sendiri.