Indonesia mendorong pengembangan wisata kebugaran (wellness tourism) seiring meningkatnya tingkat stres di berbagai negara. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, wisatawan kini tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga destinasi yang membantu memulihkan kesehatan dan membuat mereka lebih rileks.
“Dunia menghadapi tingkat stres yang lebih tinggi. Turis sekarang mencari destinasi yang menawarkan produk kebugaran sehingga mereka bisa pulang dalam kondisi lebih sehat dan lebih santai,” kata Widiyanti.
Kementerian Pariwisata telah menetapkan tujuh kategori utama wisata kebugaran, yakni eco-nature tourism, pengobatan herbal, kuliner sehat, gaya hidup dan kebugaran (lifestyle and fitness), seni, penyembuhan spiritual, serta spa dan ethno spa.
Widiyanti menyampaikan hal tersebut saat pembukaan Wonderful Indonesia Wellness (WIW) festival di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu malam. Menurutnya, Solo dinilai ideal untuk wisata kebugaran karena kekayaan budaya yang dapat dipadukan dengan konsep kesehatan dan kesejahteraan.
Ia mencontohkan sejumlah aktivitas yang dapat ditawarkan kepada pengunjung, seperti belajar tari tradisional, membuat minuman herbal, hingga menikmati hidangan lokal yang sehat. Widiyanti juga mengapresiasi Pemerintah Kota Surakarta yang menyiapkan beragam kegiatan budaya dan kebugaran, termasuk belajar musik Jawa, menari, dan memasak makanan sehat.
Selain memperluas pilihan destinasi, Widiyanti mengatakan pemerintah juga menargetkan kedatangan wisatawan berkualitas yang tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak.
Dalam kesempatan itu, Widiyanti menyebut Indonesia menempati peringkat pertama di Asia Tenggara untuk ekonomi kebugaran pada 2023 dengan nilai US$56,4 miliar, serta menjadi pasar kebugaran dengan pertumbuhan tercepat ketiga di kawasan Asia-Pasifik.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat karena menetapkan Solo sebagai tuan rumah WIW 2025. Ajang tersebut berlangsung sepanjang November di Solo dan Yogyakarta.
“Dengan warisan budaya kerajaan, Solo siap memadukan tradisi dengan wisata kebugaran,” kata Respati.
Festival ini menghadirkan lima program utama, yaitu Javanese Wisdom Immersion, Gendhing for Therapy, Royal Dance Symphony, A Holy Journey, dan Javanese Secret Recipe.
Pejabat Kementerian Pariwisata Vincencius Jemadu mengatakan WIW merupakan agenda unggulan yang menargetkan penjualan 5.000 paket perjalanan dan transaksi UMKM sebesar US$520.000. Kementerian juga meluncurkan buku Wellness Journey Across the Java Wonder sebagai panduan bagi operator tur dan agen perjalanan.
Secara keseluruhan, Kementerian Pariwisata menargetkan 14 hingga 16 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025.

