BERITA TERKINI
Indonesia Peringkat 9 Dunia untuk Penayangan Video AI Slop di YouTube

Indonesia Peringkat 9 Dunia untuk Penayangan Video AI Slop di YouTube

Indonesia menempati peringkat kesembilan dunia dalam jumlah penayangan video yang dikategorikan sebagai AI slop di YouTube. Selain itu, Indonesia berada di urutan ke-10 untuk jumlah pelanggan (subscriber) saluran yang memproduksi konten jenis tersebut.

Istilah AI slop merujuk pada konten yang dibuat dengan ketergantungan berlebih pada alat AI generatif. Di Amerika Serikat, istilah ini kerap dikaitkan dengan konten berkualitas rendah yang disebut sebagai “konten sampah” atau brain rot.

Brain rot tercatat sebagai “Oxford Word of The Year” 2024 berdasarkan survei terhadap 37 ribu orang. Mengacu pada laman resmi Oxford, brain rot atau pembusukan otak didefinisikan sebagai kemerosotan yang diduga terjadi pada kondisi mental atau intelektual seseorang, terutama akibat konsumsi berlebihan terhadap konten yang dianggap remeh atau tidak menantang.

Analisis mengenai penyebaran konten AI slop ini dilakukan Kapwing dengan meninjau jumlah penayangan dan pelanggan dari saluran YouTube AI yang sedang tren serta konten berkualitas tinggi. Metode yang digunakan adalah menganalisis 100 saluran video terpopuler di setiap negara untuk melihat seberapa luas penyebaran konten buatan AI berkualitas buruk di tingkat lokal.

Kapwing kemudian menggunakan Socialblade untuk mengambil data jumlah penayangan, pelanggan, serta perkiraan pendapatan tahunan dari saluran-saluran yang dianalisis. Selain itu, Kapwing membuat akun YouTube baru untuk mencatat jumlah video AI berkualitas rendah dan video yang dinilai tidak bermutu di antara 500 YouTube Shorts pertama yang diputar, guna menggambarkan pengalaman pengguna baru.

Dalam hasil analisis tersebut, Spanyol menempati posisi pertama untuk jumlah pelanggan saluran AI slop. Salah satu contohnya adalah kanal “Imperio de Jesus” yang tercatat memiliki 5,87 juta pelanggan pada saat analisis, sehingga disebut sebagai saluran konten AI terbesar kedua di dunia. Dua saluran berbahasa Spanyol lainnya dengan lebih dari 3,5 juta pelanggan dilaporkan berfokus pada film pendek komedi atau konten yang menguji kemampuan berpikir.

Namun, untuk total penayangan, Korea Selatan berada di posisi teratas. Sebanyak 11 saluran populer di negara itu memiliki total sekitar 8,45 miliar penayangan. Jumlah ini disebut hampir 1,6 kali lebih banyak dibanding Pakistan di posisi kedua (5,34 miliar) dan 2,5 kali lebih banyak dibanding Amerika Serikat di posisi ketiga (3,39 miliar).

Salah satu saluran dari Korea Selatan, “Three Minutes Wisdom”, disebut menyumbang hampir seperempat dari total penayangan tersebut. Konten videonya rata-rata menampilkan cerita hewan liar yang dikalahkan oleh hewan peliharaan yang lucu, sementara URL di bagian bio tampak mengarah ke tautan afiliasi Coupang, pengecer online terbesar di Korea Selatan.

Di tengah meningkatnya konten berbasis AI di platform video, CEO YouTube Neal Mohan menyebut AI generatif sebagai perubahan terbesar bagi YouTube sejak “wahyu” awal bahwa orang biasa ingin menonton video satu sama lain. Ia menilai AI generatif berpotensi melakukan hal serupa untuk video seperti yang dilakukan synthesizer untuk musik. Di sisi lain, perusahaan juga disebut memiliki kekhawatiran bahwa pengiklan dapat merasa dirugikan apabila iklan mereka tampil pada konten yang tidak layak.