BERITA TERKINI
KAHMI ITM Jabotabek Sepakati Pembentukan Serikat Tolong Menolong dan Matangkan Agenda Inagurasi

KAHMI ITM Jabotabek Sepakati Pembentukan Serikat Tolong Menolong dan Matangkan Agenda Inagurasi

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Institut Teknologi Medan (KAHMI ITM) wilayah Jabotabek menggelar pertemuan strategis di Depok, Jawa Barat, Sabtu (30/5). Pertemuan tersebut menyepakati sejumlah keputusan, mulai dari pembentukan Serikat Tolong Menolong (STM), pematangan agenda Inagurasi Keluarga Besar, hingga kesiapan menjadi tuan rumah Silaturahmi Alimbas Jabodetabek mendatang.

Ketua KAHMI ITM Jabotabek, Syawaluddin, mengatakan pertemuan itu menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen organisasi dalam menjaga dan melanjutkan roda KAHMI ITM di wilayah Jabotabek.

Dalam bidang sosial, forum menyepakati pembentukan STM sebagai wadah kepedulian dan solidaritas antaranggota, terutama bagi mereka yang menghadapi situasi duka atau memerlukan bantuan. Dalam struktur kepengurusan inti yang disepakati, Ida Flora ditunjuk sebagai Ketua merangkap Bendahara STM.

Syawaluddin menyampaikan, STM dibentuk berdasarkan empati dan kebutuhan bersama agar organisasi dapat hadir secara nyata memberikan dukungan dan aksi solidaritas kepada anggota yang membutuhkan.

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran penasihat serta fungsionaris organisasi. Sejumlah nama yang hadir di antaranya Pembina KAHMI ITM Jabotabek Hasriwal Hasibuan, Syawaluddin, Syafrudin, Ramadhan Meilala, Ida Flora, Ernita, Edi Syahputra, Budi Siregar, Dodi Ispiransyah, dan Aizizul Hakim Ginting, serta pengurus KAHMI ITM Jabotabek lainnya.

Selain membahas STM, forum juga mematangkan rencana Inagurasi Keluarga Besar KAHMI ITM Jabotabek yang direncanakan untuk mengukuhkan kepengurusan sekaligus mempertegas eksistensi organisasi di perantauan.

Pada kesempatan yang sama, KAHMI ITM Jabotabek menyatakan kesiapan teknis untuk menjadi tuan rumah Silaturahmi Alimbas Jabodetabek. Susunan penanggung jawab yang disepakati antara lain Syawaluddin sebagai Ketua, Syafrudin pada bagian pengadaan, serta Ida Flora dan Ernita pada bagian bendahara dan katering.

Menutup rangkaian agenda, solidaritas organisasi turut ditunjukkan melalui penyerahan uang duka oleh Syawaluddin kepada Edi Syahputra atas wafatnya orang tua Edi Syahputra di Medan beberapa waktu lalu.

Syawaluddin menekankan hasil kesepakatan pertemuan tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat baru, dengan kekuatan organisasi bertumpu pada eratnya silaturahmi dan kepedulian di antara para alumni.