Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 20 program unggulan untuk mengisi bulan suci Ramadan. Program tersebut mencakup bidang keagamaan, pendidikan, sosial, hingga ketahanan keluarga, dan ditujukan sebagai bentuk layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan ini menjadi agenda strategis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam untuk mengoptimalkan layanan keagamaan yang responsif serta mudah diakses selama Ramadan.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, tema “Joyful Ramadan” diusung untuk merefleksikan semangat Ramadan yang penuh kegembiraan dan keberkahan, sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tema Joyful Ramadan diusung sebagai refleksi semangat Ramadan yang penuh kegembiraan, keberkahan, dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Abu Rokhmad, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, program-program tersebut dirancang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari bimbingan ibadah hingga penguatan nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu program yang disoroti adalah Indonesia Berdaya Ramadan, yang berkolaborasi dengan Kemenko PMK dan MUI untuk memberdayakan dana umat di wilayah kemiskinan ekstrem.
Selain itu, Kemenag menyiapkan Future Leaders of Masjid untuk menyiapkan generasi pengelola masjid yang inovatif. Ada pula Sakinah Funwalk di Semarang yang bertujuan mensosialisasikan pencatatan pernikahan dan keharmonisan keluarga.
“Kami ingin memastikan layanan keagamaan selama Ramadan mudah diakses, responsif, dan memberi manfaat nyata, mulai dari bimbingan ibadah, konsultasi keluarga, hingga edukasi zakat, wakaf, dan filantropi Islam,” tutur Abu Rokhmad.
Program lain yang masuk dalam rangkaian “Joyful Ramadan” antara lain Hilal Observation Coaching bagi generasi muda, Qari Goes to Campus, ekspedisi masjid, serta pengiriman dai ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Kemenag juga menjadwalkan agenda kenegaraan seperti Peringatan Nuzululquran, Shalat Tarawih Keliling, serta pameran pernikahan bertajuk Islamic Wedding Expo.
Melalui 20 program tersebut, Kemenag berharap Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah ritual, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan ketahanan keluarga secara nasional, serta menghadirkan inspirasi dan motivasi Qurani di berbagai lapisan masyarakat.

