BERITA TERKINI
Kemenag Umumkan Pemenang LKTI Pesantren Ramah Anak 2025 Tingkat Nasional

Kemenag Umumkan Pemenang LKTI Pesantren Ramah Anak 2025 Tingkat Nasional

Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan para pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Pesantren Ramah Anak (PRA) Tingkat Nasional Tahun 2025. Ajang ini diikuti lebih dari 400 santri dari berbagai pesantren di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional dan upaya penguatan budaya ramah anak di lingkungan pesantren.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Suyitno, menilai tingginya partisipasi santri menjadi indikator meningkatnya kesadaran literasi dan kepedulian sosial di pesantren. Ia menekankan bahwa lomba ini tidak sekadar kompetisi, melainkan bagian dari gerakan untuk mendorong hadirnya ruang aman dan ramah bagi anak di pesantren.

Menurut Suyitno, karya-karya yang masuk menunjukkan santri tidak hanya belajar, tetapi juga mampu berpikir kritis dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Dalam lomba ini, peserta mengangkat beragam isu, mulai dari senioritas, kesehatan mental, perundungan, hingga inklusivitas bagi santri berkebutuhan khusus.

Direktur Pesantren, Basnang Said, menyatakan kegiatan ini mendorong perubahan cara pandang terhadap pendidikan berbasis nilai di pesantren. Ia menyebut lomba tersebut membuka ruang bagi santri untuk menyuarakan pengalaman dan harapan, dengan satu pesan utama: pesantren diharapkan menjadi tempat yang aman, inklusif, dan mendidik dengan cinta.

Salah satu juri, Alissa Wahid, menyampaikan beberapa indikator penilaian mencakup orisinalitas, eksplorasi kitab kuning, serta sistematika gagasan pada karya tulis di tiga kategori lomba.

Hadiah berupa tabungan dari Bank Mandiri diserahkan oleh Kepala Bidang Pontren/PAPKIS/Pendis di wilayah provinsi tempat pemenang berada. Para pemenang menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan, dengan total hadiah hingga Rp3 juta per juara, yang disalurkan melalui dana CSR PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Daftar pemenang LKTI Pesantren Ramah Anak Tingkat Nasional 2025

Kategori Opini Argumentatif
1. Juara I: Achmad Muchammad — Pondok Pesantren Darussalamah, Kab. Mojokerto, Jawa Timur, judul: “Menggugat Senioritas, Merajut Ukhuwah Pesantren”
2. Juara II: Dzulfan Muhammad Baihaqi — Pondok Pesantren Inggris Inovasi Bangsa, Kab. Bantul, DI Yogyakarta, judul: “Aktualisasi Nilai Luhur Kitab Ngudi Susilo untuk Menguatkan Pesantren Ramah Anak”
3. Juara III: Ratu Berliana Kusnadi — Pondok Pesantren Daarul Ahsan, Provinsi Banten, judul: “Habituasi Qoulan Ma’rufan: Melawan Perundungan Verbal untuk Pesantren Ramah Anak”
4. Harapan I: Rizka Alifa Khaerani — Pondok Pesantren Al Mubarok, Provinsi Banten, judul: “Di Balik Nama Adab: Saat Kekerasan Disamarkan sebagai Tradisi Pesantren”
5. Harapan II: Rauzatul Jannah — Dayah Darul Muhsinin Ujong Rimba, Provinsi Aceh, judul: “Kesehatan Mental Santri: Adakah Ruang Aman untuk Curhat dan Mendengar?”
6. Harapan III: Nabila Fatmadina — Pondok Pesantren Arrisalah, Kab. Ciamis, Jawa Barat, judul: “Santri Melawan Perundungan: Membangun Pesantren yang Aman untuk Semua”

Kategori Karya Tulis Ilmiah
1. Juara I: Muhammad Alif Ramdan — Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru, Kab. Bone, Sulawesi Selatan, judul: “Prinsip Universal Pesantren Ramah Anak Berbasis Kearifan Lokal Bugis”
2. Juara II: Baihaqi Arziqa Azra — Pondok Pesantren Fathurrobbaaniy, Provinsi Banten, judul: “Dari Pesantren untuk Dunia: Merumuskan Prinsip Universal Pesantren Ramah Anak”
3. Juara III: Nadilla Intan Roikhana — Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, DKI Jakarta, judul: “Kesehatan Mental Santri: Adakah Ruang Aman bagi Santri?”
4. Harapan I: Selma Kafaya Aziz — Pondok Pesantren Binaul Ummah, Kab. Bantul, DI Yogyakarta, judul: “Menghapus Kekerasan, Menumbuhkan Kasih Sayang”
5. Harapan II: M. Afnan Fijar Ilmi — Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah, Kab. Garut, Jawa Barat, judul: “Kesehatan Mental Santri: Ruang Aman untuk Curhat dan Mendengar”
6. Harapan III: A. Ulfa Ashila — PDF Ulya As’adiyah, Kab. Wajo, Sulawesi Selatan, judul: “Pesantren Inklusif Ramah terhadap Anak dengan Kebutuhan Khusus”

Kategori Esai Reflektif Praktik Nilai Baik
1. Juara I: Hetria Hanifa Syamilah — Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah, Kab. Garut, Jawa Barat, judul: “Yang Bertahan dan Retak dalam Diam, di Negeri yang Sibuk Berdoa”
2. Juara II: Rakhaul Fata — Dayah Darul Ihsan Abu Krueng Kalee, Kab. Aceh Besar, Aceh, judul: “Dari Pintu Langgar Menuju Peluk Kasih: Pesantren Inklusif bagi Anak dengan Kebutuhan Khusus”
3. Juara III: Safira Nur Aini — Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru, Kab. Bone, Sulawesi Selatan, judul: “Palu Sunyi dalam Diri”
4. Harapan I: Bagas El-Hanief — Pondok Pesantren Annur Teminabuan, Kab. Sorong Selatan, Papua Barat Daya, judul: “Kitong Basaudara, Kitong Bakujaga: Konsep dan Aplikasi Pencegahan Bullying”
5. Harapan II: Sumiati — Pondok Pesantren Al-Fath, Kota Yogyakarta, judul: “Telinga yang Mendengar, Hati yang Merangkul”
6. Harapan III: Bilqis Syifa Az-Zuhra — Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Khadijah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, judul: “Pelukan di Atas Kertas: Journaling sebagai Ruang Aman untuk Kesehatan Mental Santri”