Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan klarifikasi terkait viralnya konten influencer Bude Wellness di media sosial yang mengklaim tanaman herbal dapat mencegah dan mengobati tuberkulosis (TBC). Salah satu herbal yang disebut dalam konten tersebut adalah jinten hitam.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menegaskan, tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang sangat menular dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Menurutnya, TB dapat disembuhkan melalui pengobatan antibiotik yang spesifik membunuh bakteri penyebab TB, yaitu obat anti-TB (OAT) yang telah terbukti secara ilmiah dari sisi keamanan, kualitas, dan khasiatnya serta diberikan sesuai standar pengobatan oleh tenaga kesehatan.
Menanggapi klaim bahwa herbal bisa mengobati dan mencegah TBC, Aji menyatakan informasi tersebut tidak benar. Ia menekankan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan obat herbal saja dapat menyembuhkan TB.
Aji juga mengingatkan risiko jika pasien hanya mengandalkan herbal tanpa menjalani pengobatan standar. Dalam kondisi tersebut, bakteri TB dapat tetap berkembang di dalam tubuh, sehingga penyakit tidak sembuh dan bahkan dapat menjadi lebih berat.
Kemenkes menyampaikan, penggunaan herbal mungkin dapat membantu sebagai terapi suportif, misalnya untuk mengurangi efek samping OAT atau membantu menjaga daya tahan tubuh. Namun, herbal tidak dapat menggantikan obat TB. Karena itu, bila digunakan, herbal sebaiknya hanya sebagai pendamping dan tetap dikonsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Kemenkes mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi kesehatan yang belum terbukti berbasis bukti ilmiah. Aji menyarankan siapa pun yang mengalami gejala TB, seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, berkeringat di malam hari, atau penurunan berat badan, untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

