BERITA TERKINI
Kemenpar: Bali Masih Jadi Destinasi Utama Wisata Kebugaran

Kemenpar: Bali Masih Jadi Destinasi Utama Wisata Kebugaran

Deputi Bidang Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menyatakan Bali masih menjadi wilayah terdepan untuk wisata kebugaran (wellness tourism). Ia menjelaskan, wisata kebugaran merupakan perjalanan yang secara khusus bertujuan meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan emosional.

Vinsensius mengatakan, dua tahun lalu Kementerian Pariwisata melakukan proses identifikasi untuk menentukan destinasi yang paling siap mengembangkan wisata kebugaran. Dalam proses tersebut, Bali dinilai menonjol dari sisi kesiapan, terutama terkait infrastruktur dan sumber daya manusia.

Menurutnya, pengembangan wisata kebugaran telah menjadi prioritas nasional. Ia menyinggung komitmen pemerintah yang sudah berlangsung lama, yang dimulai 27 tahun lalu dengan penetapan Sanur, Bali, sebagai proyek percontohan kawasan kesehatan khusus.

Vinsensius menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menata lanskap pariwisata Indonesia, dengan menempatkan wisata kebugaran sebagai salah satu fokus utama ke depan.

Ia menambahkan, pengembangan program serupa juga akan diperluas ke destinasi lain. Salah satu tujuannya adalah menekan jumlah warga Indonesia yang berobat ke luar negeri, yang kerap disebut sebagai salah satu penyebab kebocoran devisa.

Selain Bali, sejumlah daerah juga telah ditetapkan sebagai destinasi unggulan wisata kebugaran, yakni Manado, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Malang, dan Medan. Vinsensius menyebut Manado saat ini memiliki beberapa destinasi yang dinilai siap, seiring pertumbuhan sektor wisata kebugaran di wilayah tersebut.

Sementara itu, Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia, Azril Azhari, menyampaikan beberapa alasan Indonesia dinilai cocok untuk pengembangan wisata kebugaran. Salah satunya terkait produksi rempah-rempah yang sejak abad ke-16 menjadi daya tarik dunia.

Azril mendorong agar Kementerian Pariwisata mengembangkan “Jalur Rempah” dengan menonjolkan sejarah dan signifikansinya, sehingga wisatawan mancanegara memandang Indonesia sebagai rujukan untuk bahan-bahan autentik tersebut.